Buku Putih Cikeas lebih positif



Share
Penulisan buku putih atau klarifikasi dari kubu Cikeas terhadap buku Membongkar Gurita Cikeas yang ditulis George Junus Aditjondro dinilai menjadi pilihan paling baik karena bisa memberikan nilai positif bagi masyarakat.

Pengamat politik Andrinof Chaniago mengatakan hal itu bisa dilakukan pihak Cikeas atau Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk menjelaskan versi lain yang dimilikinya kalau memang buku itu dinilai tidak faktual.

Dengan begitu, tuturnya, masyarakat bisa mendapatkan gambaran persoalan secara utuh dan berimbang dengan kesempatan untuk mengklarifikasi dari pihak yang tersudut.

Buku Putih"Walaupun penerbitkan buku putih itu tidak akan menghentikan polemik atas buku GA [George Aditjondro], tetapi sesuatu yang terlanjur dipaparkan, memang sebaiknya dituntaskan dengan tanggapan, bantahan, dan klarifikasi," katanya menjawab Bisnis kemarin.

Menurut Andrinof, penulisan buku putih semacam itu sudah lazim dalam kasus serupa di negara mana pun sehingga semua polemik bisa mengalir dalam koridor akademis dan intelektual. "Selanjutnya, biarkan masyarakat yang menilai."

Di tempat terpisah, seperti ditulis Antara, Ketua Mahkamah Konstitusi M. Mahfud M.D. menegaskan dalam negara demokrasi sebuah buku harus selalu dilindungi selama tidak mengandung unsur fitnah karena hal tersebut bisa dipidanakan sesuai hukum yang berlaku.

Dia mengemukakan warga masyarakat juga harus bisa menilai kontroversi buku Membongkar Gurita Cikeas secara objektif.

Mahfud menyayangkan bahwa saat ini terdapat semacam fenomena yang seakan-akan menstigmatisasi bahwa bila pemerintah melakukan suatu maka tindakan tersebut disebut sebagai langkah otoriter.

Terkait dengan buku itu, Mahfud mengatakan dirinya sudah sejak dahulu tidak pernah tertarik untuk membaca buku-buku yang ditulis oleh George Aditjondro, termasuk buku Membongkar Gurita Cikeas.


"Saya sejak dulu tidak tertarik dengan bukunya George Aditjondro," kata Mahfud dalam acara Refleksi Kinerja MK 2009 kemarin.

Menurut dia, masih lebih banyak buku atau literatur lain yang lebih menarik dibaca untuk mengisi waktunya.

Sebelumnya, pengamat politik Burhanuddin Muhtadi mengatakan pemerintah tidak perlu reaktif terhadap Membongkar Gurita Cikeas karena secara metodologis buku karangan George itu sangat lemah.

"Buku tersebut tidak didukung akurasi data, bahkan cenderung bagian dari propaganda politik ketimbang karya akademik," katanya Senin. (Source : Bisnis Indonesia)

0 Komentar:

KLIK UNTUK MENAMPILKAN SEMUA KOMENTAR


Post a Comment

Silahkan Komentar Nye-Pam terpaksa saya Hapus.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...