Logo Pesta Blogger 2010



Share
Pesta Blogger 2010 apaan tuh ? Googling dulu ah apa yang dimaksud dengan Pesta Blogger 2010, saat blogger pemula mencoba mencari di mesin pencari yang ketemu malah : ada yang kecewa dengan pesta blogger 2008, Pesta blogger 2008: So dissapointing! mudah-mudahan di Pesta Blogger 2010 pelaksanaannya bisa lebih lancar dan damai. Daripada puyeng-puyeng mikirin pestanya para Blogger ningrat, sebagai kacung mendingan cari dulu arti pesta menurut wikipedia yoook ...
Pesta adalah sebuah acara sosial, yang dimaksudkan terutama sebagai perayaan dan rekreasi. "Pesta" dapat bersifat keagamaan atau berkaitan dengan musim, atau, pada tingkat yang lebih terbatas, berkaitan dengan acara-acara pribadi dan keluarga untuk memperingati atau merayakan suatu peristiwa khusus dalam kehidupan yang bersangkutan.

Pesta merupakan kesempatan untuk berbagai interaksi sosial, tergantung pada pesertanya dan pemahaman mereka tentang perilaku yang dianggap layak untuk acara tersebut. Akibatnya, pesta cenderung memperkuat standar budaya dan/atau kontra-budaya, meskipun hal ini kadang-kadang dilakukan dengan sekadar memberikan konteks sosial yang lebih kurang dapat diterima untuk pelanggaran standar-standar tersebut.
Jadi ingat dulu waktu pesta blogger 2008 dan Pesta Blogger 2009 sempat bikin logonya, sekarang bikin logo apalagi ya untuk PB 2010. Blogging For Society tercapai gak ya di pesta blogger 2008 ? Yang penting kita sebagai Blogger Indonesia tetap meneriakkan “Spread the word to the world” and “Knowledge is belong the world, so share it ! ”

Bukan Logo Pesta Blogger 2010





Bukan Logo Pesta Blogger 2009

Logo Pesta Blogger



Logo Pesta Blogger 2009 Bukan

I do not support Pesta Blogger 2009 -- I'm not going to Pesta Blogger 2009



2 Tahun Berpesta Apa Hasilnya ? nOL kEciL apa noL bESaR ya ?
Bang Wicaksono, bang Enda, bang Tyo, bang Iman, dan semua teman blogger Indonesia di Pesta Blogger 2009, mari renungkan surat terbuka ini sebelum biaya Rp. 1 milliar itu habis "sia-sia" hanya untuk "berpesta" atau sekadar acara pelatihan sembari kopi-darat.

Sebagai blogger yang peduli pada kemajuan dunia blogging Tanah Air, aku dan kau tentu punya cara masing-masing untuk mendukung perhelatan Pesta Blogger ini. Kalaupun tak bisa menghadiri, maka paling tidak dengan cara menulis artikel soal Pesta Blogger, atau memasang bannernya, atau menyampaikan saran, atau menyumbangkan uang dan aksesori, dll.

Sebelum kumulai konten pokok surat terbuka ini, aku ingin sampaikan mengapa aku menyebut empat nama blogger pada alinea pertama di atas.

Wicaksono, blogger yang bekerja sebagai wartawan Tempo, judul artikelnya selalu mengandung kata "Pecas Ndahe"; dari blognya aku tahu bahwa ngeblog itu semudah menulis dua kata pecas ndahe.

Enda Nasution, dijuluki majalah Tempo sebagai Bapak Blogger Indonesia, dia paling anti dengan blogger-blogger penipu yang mengeruk duit dengan gombalan semacam "cara mudah dapat ratusan juta perbulan dari Internet"; dari artikel Tempo itulah pertama kali aku tertarik dengan blogging dan langsung membuka blog Enda sampai kemudian aku membuat blog sendiri di awal 2007.

Antyo Rentjoko, salah satu blogger favoritku, mantan pemimpin redaksi majalah Komputeraktif; dari blognya aku terinspirasi bahwa hal remeh seperti masalah bungkus rokok atau celana pendek pun bisa dijadikan bahan tulisan weblog.

Sedangkan nama terakhir, Iman Brotoseno, adalah ketua panitia Pesta Blogger 2009.

Tentang tema One spirit one nation

Satu hal yang segera menarik perhatianku adalah ketika melihat slogan Pesta Blogger 2009: One spirit one nation. Viva News mewartakan: Acara kali ini mengusung tema One Spirit One Nation, yang dimaksudkan sebagai pemulihan dan konsolidasi setelah pemilu.

Aku tidak terlalu peduli apa maksud empat kata itu, apakah berkaitan dengan persatuan bangsa usai pemilihan presiden atau lainnya. Yang kupedulikan ialah mengapa harus memakai istilah bahasa Inggris. Kalau hajatan itu dibuat dengan melibatkan blogger negara asing, mungkin tepatlah memakai bahasa internasional.

Tapi setahuku Pesta Blogger selama tiga tahun berturut-turut dilaksanakan oleh, dari, dan untuk blogger Indonesia saja. Jadi mengapa harus bertema bahasa asing.

Menurut ketua panitia Iman Brotoseno, jumlah blogger Indonesia saat ini telah mencapai satu juta orang, dan ditargetkan 1.500 orang dari mereka akan menghadiri puncak acara 24 Oktober 2009 di Jakarta, yang berbiaya sekitar Rp1 milliar dengan bantuan Duta Besar USA Rp200 juta.

Aku yakin, dari satu juta blogger itu sebagian besar berbicara dalam bahasa Indonesia. Lalu bagaimana bisa sebuah pesta blogger Tanah Air sejak awal — dari tajuknya saja — secara tidak langsung sudah mengajari blogger untuk tidak cinta pada bahasa Indonesia?

Kecuali Pesta Blogger adalah kontes SEO yang memang harus bermain kreatif dengan kata kunci di mesin pencari Google, di mana dengan memakai istilah Inggris akan lebih banyak peluangnya untuk dilirik dan diklik.

Di sisi lain, logo Pesta Blogger 2009 sangat bagus, sangat Indonesia, dengan jenis huruf ala lukisan batik. Aku kagum sekali melihat logonya. Salutku untuk desainer yang merekayasanya.

Ngeblog individual tidak perlu kode etik, tapi ngeblog isu-isu publik/pihak lain wajib punya etika & taat hukum

Inilah inti surat terbukaku: soal kode etik blogger Indonesia :

Dari berita yang kubaca di Okezone dan Viva News, ada kesan kuat bahwa panitia Pesta Blogger 2009 belum serius atau belum akan menjadikan kode etik sebagai agenda pokok. Jadwal yang disampaikan secara tegas ialah, akan digelar pelatihan ngeblog di 10 kota besar di Indonesia.

Kalau aku pribadi melihat, kebanyakan calon blogger bisa dengan gratis dan lebih efisien belajar ngeblog dari mesin pencari Google. Dan yang kusimak selama ini, umumnya blogger Tanah Air maupun blogger luar negeri, bahkan yang sudah berhasil dan ngetop, belajar ngeblog adalah secara otodidak dari Internet itu sendiri.

Kata Brotoseno, di negara lain tidak ada kode etik blogger, dan untuk mencegah kasus hukum seperti dialami Prita, dia mengatakan bahwa kesadaran si bloggerlah yang paling perlu agar menulis konten-konten positif.

Mungkin benar belum ada negara yang secara resmi memiliki kode etik blogger, seperti kode etik pers bagi wartawan. Tetapi ada beberapa blog luar negeri yang membuat kode etiknya sendiri, dan kebanyakan mengadopsi kode etik blogger independen dari Electronic Frontier Foundation. Kuperhatikan, umumnya blogger asing taat hukum dan paham etika di dalam menulis blognya. Di Indonesia? Banyak blogger yang melanggar etika dan hukum. Gampang menemukannya di blog-blog wordpress.com atau blogspot.com.

Ada blog yang khusus dibuat untuk membela agama Islam dan menghujat agama Kristen, dan sebaliknya. Ada blogger yang mengkritik pejabat pemerintah atau instansi swasta dengan tudingan tidak berdasar.

Ada pula yang memaki-maki temannya. Dan sangat banyak blog yang memuat cerita dan gambar porno. Atau persoalan sepele, masih banyak blogger yang copy-paste tanpa menyebutkan sumber/membuat tautan-balik alias mencuri. Di sinilah diperlukan kode etik blogger.

Benar bahwa kode etik ini tidak akan otomatis menghilangkan blog-blog semacam itu, tapi pasti bisa mengurangi. Lihat saja kode etik wartawan Indonesia. Memang masih banyak wartawan yang tetap menulis informasi dari sumbernya padahal telah disebutkan sebagai off the record, atau menjiplak berita dan foto dari Detikcom dengan hanya menyebutkan kredit "Int". Tetapi akan lebih banyak lagi wartawan masuk penjara seandainya kode etik pers tidak pernah ada.

Beberapa pendapat berkata, blogger tidak butuh kode etik seperti jurnalis karena ngeblog bersifat pribadi dan bukan kelembagaan. Benar, tapi ada celahnya. Sepanjang si blogger hanya menuliskan masalah pribadinya — seperti kisah asmaranya, rasa senangnya setelah dibelikan 'BlackBerry murah' Rp999 ribu oleh ortunya, dll — maka dia tidak perlu memikirkan kode etik.

Namun ketika dia menulis masalah-masalah publik dan tentang orang lain, maka dia wajib tahu etika dan terutama patuh pada hukum.

Mari kita lihat, sangat banyak blogger Indonesia, dari jumlah sejuta itu, yang menulis di ranah publik — bukan hanya "ngeblog individual". Misalnya mengkritik pemerintah atau ajaran agama, mempersoalkan anggota DPR korupsi, membahas selebriti berselingkuh, atau mengkritik temannya. Artikel-artikel begini sudah menyangkut orang lain dan harus punya aturan main.

Tidak boleh blogger merasa dirinya kebal hukum dan bebas menulis sampai merugikan pihak lain, lalu berkata: "Ya…, dikritik gitu aja kok langsung mengadu ke polisi." Indonesia negara hukum, dan siapapun yang merasa dirugikan memang sebaiknya memanfaatkan jalur hukum.

Tips untuk blogger yang tidak peduli kode etik:

  • Kalau kau tidak mau tahu dengan kode etik, supaya kau aman dan tidak terjerat hukum, maka tulislah hanya masalah-masalah pribadimu di blogmu.
  • Jangan menulis persoalan publik seperti mengkritik kebijakan pak lurah, termasuk urusan privasi teman sekantormu, karena kau bisa digugat.
  • Atau kalau ingin tetap menulis topik seperti poin kedua, jangan sebutkan identitas pihak yang kausoroti. Misalnya untuk mengkritik anggota DPR Al-Amin yang korupsi dan memesan pelacur, tulis saja "seorang politisi" tanpa menyebutkan lembaga DPR atau partainya.
  • Jangan pernah mengira media Internet kebal hukum, lantas sesuka jemari tanganmu memfitnah orang lain di weblog atau forum-forum. Wartawan Metro TV atau Kompas saja bisa dijebloskan ke penjara karena tulisannya, dan blogger tidak lebih hebat dari wartawan. Ingat, telah ada Undang-Undang Nomor 11 yang bisa menjerat aktivitas di waring wera wanua.
Etika bersilat lidah & berpencak kata

Kawan-kawan, pernahkah kita sadari betapa hebatnya dampak Internet, dan dalam beberapa hal weblog bisa "lebih berbahaya" daripada koran atau televisi? Pernahkah kita renungkan bahwa semua konten pornografi atau artikel menghujat agama yang ditulis blogger pada hari ini akan tetap bisa dibaca anak-cucu kita kelak selama Google dan Internet masih ada? Tidak pedulikah kau soal itu? Akankah kita biarkan mereka menjadi generasi Iblis Google dan anjing Internet? "Ngapain mikirin seratus tahun ke depan?"

Aku dan blogger seperti Wimar Witoelar, Enda, Wicaksono, Paman Tyo, Anggara, Rusdi, dll, hampir pasti sudah memahami kode etik menulis blog, terutama karena latar-belakang kita sebagai wartawan, praktisi komunikasi, atau berpendidikan hukum.

Tetapi masih banyak teman kita blogger yang tidak tahu etika itu, termasuk bagaimana trik bersilat lidah dan berpencak kata agar aman dari jeratan hukum.

Lalu apakah akan kita biarkan mereka masuk penjara kalau suatu saat artikelnya terjerat hukum? Sepelit itukah kita untuk membagi pengalaman buat teman-teman blogger lewat penyusunan kode etik?

Saran khusus untuk panitia

Teman-teman panitia Pesta Blogger 2009, sisakanlah sekitar Rp100 ribu dari dana Rp1 milliar itu untuk membeli sebuah domain seperti kodeetikblogger.com, lalu diteruskan ke blog gratisan di WP.com atau blogspot.com kalau tidak cukup mengongkosi hosting. Di blog itulah nanti kita, seluruh blogger Indonesia, saling bertanya dan memberi masukan seputar kode etik.

Apa hasil Pesta Blogger pertama dan kedua ?

Aku tidak pernah menghadiri Pesta Blogger sejak tahun pertama, karena kondisiku tidak memungkinkan datang ke sana. Lalu aku bertanya-tanya, apa yang telah dihasilkan secara positif usai pesta di tahun pertama dan kedua lalu?

Apakah hanya dengan bertambahnya jumlah blogger menjadi sejuta — yang justru makin banyak pula blogger-blogger jahat yang memaki-maki agama Islam atau Yesus? Makin sedikitkah jumlah blog pornografi? Makin beretika dan taat hukumkah blogger menulis usai kedua pesta itu? Jadi tahukah blogger anonim bahwa ngeblog anonim juga punya aturan main?

Ataukah acara ini sejak awal diciptakan hanya untuk berpesta seperti namanya? Kalau benar begitu, suratku ini telah salah alamat.

source : http://blogberita.net/2009/07/16/surat-terbuka-pesta-blogger-indonesia

62 Komentar:

KLIK UNTUK MENAMPILKAN SEMUA KOMENTAR


chiko said...

pertamaxx

rudee said...

keduaxxx

ragil bego banget said...

hem.. logonya bagus, ganti ya bang 08 jadi 09 :D

copas said...

bang saya gak bisa buat banner giman nih

mantan "PK" said...

bang mau tanya acara pesta blogger kapan?? dimana??? siapa saja yang boleh ikut???

Pesta Blogger 2009 said...

Wah,...di sini ada pesta ya???
Ikut , bayar ga Bang,..pake daftar?

tetetzet said...

Kalo pesta blogger matre 2009 kapan yach? saya pasti ikut =))

catatan kecil ifat said...

pertanyaan ku sama nih sen...yang boleh ikut pesta itu sapa saja..apa disna kita di sambut baik apa cuma jadi penghibur dnk

pesta blogger said...

pesta blogger 2009 semakin sulit di tembus bang susah nih :((

pesta blogger 2009 said...

gimana bisa untuk menaikan pesta blogger 2009 saya bang

aneuk dayah said...

salam kenal ya..bos blog :)

Daniel said...

anda sendiri kopitozie? wah hebat, kontesnya bisa sukses di urutan 10 besar

torik said...

ikutan ga ya...

fauzy said...

belum pernah ikutan pesta nih... ;))

catatan tukang said...

kira-kira seperti apa pestanya ya ???

afwan auliyar said...

disini ada pesta .... ;)

indr@ said...

walah.. jd maksudnya ini kebalikannya yah mas?? Aku malah bingung hehe...=))

anak-nias said...

asal jangan pesta miras ya bang :D ntar jadi blogger miras lagi :))

:X

Fitrahnsyah said...

Hello,salam kenal,..i've come to yours by clickking the ads,..come visit mine,..:-)

SiApih said...

sambil ngalongoks bari mawa logo balikna (ambil.. bungkus.. pasang.. mantap..)

belajar membuat blog said...

wew, mantab bannernya. kalo tak pasang di blogku ntar malah terkesan plin-plan :D

biofir said...

datang apa gak yaaaa... :)]

blog-solusi said...

keren juga kodenya. gambar yang unik dan membuat orang penasaran

cheez said...

Kapan nih acara pestanya..mau ikut..:)

Anonymous said...

Bagus itu. Sayang bahasa inggrisnya masih salah sedikit. I don't support atau I will not support dan I don't visit atau I will not visit mungkin lebih tepat.

Mengembalikan Jati Diri Bangsa said...

wah sebaiknya tatanan panitia penyelenggara diperbaiki tuh :(

mymoen said...

Gua stuju banget ma tetetzet... :D

hendrie k_bejo said...

Mantap bang Articelnya,maen2 yah ke bdg wokeh smbil staycun di siApih dan kaseh sedekah buat tabungan Hari Raya

Om Kempul said...

ok... sipp...

Sharing Knowledge said...

Numpang baca2 bang:)

hipnotis said...

kapan diadainnya

azaxs said...

SIIP.. I DON'T SUPPORT IT!

Salam kenal kang :)

Blontang said...

Bos...bannernya bagus, dicopy paste untuk banner blog Majapahit abad-21
ocre ya bos.....nunggu jawaban apa langsung dipasang...Trims

Mustamar Natsir said...

kalimat berbahasa inggris di logo itu salah. :D Coba deh periksa lagi.

Kopi Tozie said...

@Mustamar Nasir : Betul Boss emang salah ndak apa-apa udah tanggung PK yang bikin tuch :). he he he jadi salahin yg bikin banner :D yang perting niat dan artinya minimal sampe lagh. Thx yaa udah ngingetin.

ansorry said...

ikut comment aj bang

abuy said...

kapan dimana sabaraha?

bagas said...

emang masih mau diadain lagi yah..?/

Anonymous said...

Foto dan Video acara Pesta Blogger 2009nya kok gak ada ? he he ~x(

ikwanm7 said...

ia tuh gak ada foto Pesta Blogger 2009..pengen tahu jadinya maklum baru pemula

Riky Rizkiyana said...

banner ny udah d pasang ,,
pasang balik ya .. :)

noertony said...

wah mas, baru denger juga ni tentang pesta blogger, makasih banyak infonya! nambah ilmu buat ngeblogg..

Belajar SEO WordPress said...

sudah available di purwasuka, tinggal ngantos kintunan paymentna =))

SBOBET said...

Pesta blogger sebenarnyagak perlu bang,....

cuma buang buang duit aja....

Anonymous said...

Buang-buang duit plus itu kan mayoritas dana sumbangan dari Dubes USA, mana ada makan siang yang gratis, orang-orang bego dan kurang kerjaan yang ikutan pesta Blogger 2010.

Anonymous said...

Cuma orang-orang Blo'on dan tolol yang ikutan pesta blogger, kita lihat saja pesta blogger 2010 pasti para blooner dan toloner pada berpesta.

Tehno said...

Pesta ini kyx dah berlalu tahun kemarin xxixixi :D

rizkaardina said...

masih blogger pemula....belum ngerti opo-opo...mau numpang lewat n numpang baca...salam kenal...

Anonymous said...

Didukung AS kan Pesta Blogger ? antek2 amerika semua atau kesetnya amerika para pesertanya ya ... Yahudi temennya Israel

Sukadi Brotoadmojo said...

Pesta identik dengan senang-senang... mending diganti saja istilahnya... Tirakatan Blogger atau Kumpul Bareng Blogger, etc dan bahasanya daripada inggris mending bahasa daerah.. :D terimakasih

Andy MSE said...

Pesta Blogger 2010: merayakan keberagaman...
*membingungkan kalau ada yang sok beragam tapi nggak suka keberagaman malah ingin menyeragamkan*

attayaya said...

aku ikut yg 2009
pake ongkos sendiri
nginep dgn duit sendiri
dan kecewa beraaaaaaaaaaaaat

aku ga pergi ke 2010
kecuali ada yg membayar seluruh kerugian yg kuderita di 2009 lalu

Kadri said...

Blogger Pemula NUMPANG Lewat, Jika begitu adanya Para Blogger Indonesia, Capek DEH, Hahaha..

Keep Positif Thingking wae lah,
Podo wae, Pemerintah Gitu, Blogger juga Gitu, Hehehe..
Mending, Ngadem, Mumpung Bulan Ramadhan... !!

Terima Kasih INFOnya!!!

eckapuss said...

ternyata di dunia blogger ntu punya semacam peta-peta tersendiri ya .. baru tau aku maklum pemula bang :)
Btw tulisannya menarik deh bang KoPiToZiE

antienda said...

pesta blogger yang pernah aku ikuti tahun 2009 di bandung tahun lalu hanya menyesakkan sedikit kekecewaan. panitianya terdiri dari orang orang arrogant yang pilih pilih dalam gaul, si Enda nasution yang dijuluki kuncen blogger juga belagunya minta ampun, ngerasa jadi orang penting padahal dia manusia juga sama seperti kita.

Tai dengan pesta blogger, gw kaga mau ikutan lagi dah.

Berita Kita said...

Pesta Blogger 2010 tidak penting, tidak ada hasil yang cukup di banggakan...

Minta ijin ambil logonya Mas Kopitozie, salam kenal...

Abohoi said...

Pesta.....? Wong lagi pada prihatin sekarang..
Salam kenal, om....

Blogger Borneo said...

Hhmmm... Seorang blogger pemula sedang manggut-manggut membaca mengenai apa yg sebenarnya terjadi dengan sebuah istilah Pesta Blogger. Hanya sekedar masukan aja, kalau roadshow hanya untuk memberi pelatihan cara membuat blog dasar menggunakan hosting yang telah ditentukan tidak perlulah sampai harus jauh2 datang dari Jakarta. Toh ada komunitas2 blogger di masing2 daerah kan? Optimalkan saja mereka, menurutku dana yg harus dikeluarkan tidak akan terlalu besar dibanding 4 orang panitia harus keliling2 Indonesia. Bener ngga temen-temen?

Berita Terkini said...

wow, keren-keren.
Kreatif :)
Keren banget postingnya.

salam kenal om :)

Mas Adi said...

@attayaya: Sabar mas... kalo sabar pasti nanti ada gantinya... :p

enim cyber media said...

setujuuu om blogger Borneo....

illusion-design said...

nice article

Post a Comment

Silahkan Komentar Nye-Pam terpaksa saya Hapus.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...