Rekening Gendut Perwira Polisi



Share
Majalah Tempo edisi terbaru bertajuk "Rekening Gendut Perwira Polisi" yang terbit hari ini mendadak ludes di pasaran. Majalah bergambar kartun polisi itu tidak ditemukan beredar seperti biasanya, orang yang berniat membeli majalah tempo edisi terbaru tersebut tidak bisa mendapatkannya.

Menurut salah seorang agen penjual koran dan majalah di Sentra Bursa Media, Jalan Budi Utomo, Jakarta Pusat, majalah Tempo edisi 'Rekening Gendut Perwira Polisi" yang biasa disetor ke lapaknya tiap Senin subuh ludes diborong dan dibeli oleh sekelompok orang yang diduga polisi. "Sudah habis semua, Mas. Udah enggak ada," ujar pedagang yang menolak disebut namanya itu kepada Kompas.com, Senin (28/6/2010).

Pedagang berusia sekitar 30-an itu awalnya enggan membeberkan secara rinci siapa pemborong majalah Tempo Rekening Gendut Perwira Polisi itu. Dia mengatakan agak takut-takut karena pemborong tersebut tampak seperti polisi. "Kalau enggak salah ada empat orang. Pakai baju biasa sih, tapi kayak polisi kalau dilihat dari perawakan dan pembawaannya," ujarnya lebih lanjut.


Dia menuturkan, empat orang tersebut datang pagi-pagi sekali dan langsung memborong semua majalah Tempo yang ada di semua lapak agen di Sentra Bursa Media. Semua majalah Tempo itu lantas dibawa menggunakan sebuah mobil berjenis sedan. "Pokoknya pagi-pagi banget. Majalahnya juga baru ditaruh di meja terus langsung diborong," katanya.

Pengamatan Kompas.com, di kawasan Sentra Bursa Media terdapat tiga lapak agen. Menurut pedagang tersebut, tiap lapak agen minimal mengambil 250 majalah Tempo tiap terbit. "Semuanya diborong. Ya berarti ada kali sekitar 750 (majalah) yang diborong," kata dia.

Pedagang itu mengaku menerima borongan itu lantaran ditawar dengan harga tinggi. Meski enggan merinci berapa total semua harga majalah Tempo yang diborong oleh terduga oknum polisi itu, dia mengatakan bahwa harganya jauh di atas harga normal. "Pokoknya dia bayar lebih dari harga biasanya," tuturnya.

Hal serupa dikatakan oleh agen lainnya di lokasi yang sama. Namun, ia enggan berterus terang soal pemborong tersebut. "Pokoknya habis, Mas. Enggak tahu siapa," katanya.

Menurut penuturan pedagang lainnya, siang tadi juga sempat datang seorang polisi berseragam lengkap yang hendak membeli majalah serupa. Selain berseragam lengkap, polisi tersebut datang dengan menggunakan sebuah mobil sedan polisi. "Tapi enggak dapat. Cuma nanya aja, masih ada enggak? Ya sudah habis," katanya.

source : http://megapolitan.kompas.com

1 Komentar:

KLIK UNTUK MENAMPILKAN SEMUA KOMENTAR


sugank said...

jaman orde lama mungkin kembali terulang....

Post a Comment

Silahkan Komentar Nye-Pam terpaksa saya Hapus.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...