Ironis, Anggodo Dilindungi, Media Dikejar-kejar



Share
Pawang BuayaIronis, Pawang Buaya Anggodo Dilindungi, Media Dikejar-kejar Koordinator Indonesia Corruption Watch Danang Widoyoko menilai ironis pemanggilan dua media masa oleh Mabes Polri. "Sangat ironis, Anggodonya tidak tersentuh, tapi media yang memberitakannya dikejar-kejar," ujarnya kepada Tempo melalui sambungan telepon, Sabtu (21/11).

Kemarin Mabes Polri memanggil pimpinan redaksi harian Kompas dan Seputar Indonesia.

Tujuan pemanggilan semula disebutkan untuk menindaklanjuti laporan pencemaran 'nama baik' Anggodo Widjojo terkait pemberitaan transkrip rekaman pembicaraan Anggodo dengan beberapa perwira mabes Polri.

Pemanggilan itu sempat dibatalkan lewat telepon, namun akhirnya tatap dilaksanakan dengan tujuan pemanggilan berubah, yaitu untuk meminta keterangan guna memperkuat bukti bagi pemidanaan Super Anggodo.

Danang mengaku heran mengapa Mabes Polri lebih mendahulukan laporan seorang makelar kasus daripada kasus penyuapan yang diduga dilakukan oleh markus tersebut. "Siapa sebenarnya Anggodo itu yang jadi soal, kenapa dia begitu untouchable," katanya.

Dia mengaku khawatir negeri ini akan kembali mengarah otoriter sebab kepentingan orang-orang tertentu didahulukan dengan meninggalkan kepentingan rakyat di belakangnya.

Netta S. Pane, Ketua Presidium Indonesian Police Watch menilai pemanggilan pemimpin redaksi harian Kompas dan Seputar Indonesia sebagai wujud kepanikan polisi. "Buntutnya langkah itu justru kontradiktif dan menuai cemoohan dari publik," ujarnya.

Netta menduga pemanggilan ini memang memiliki dua versi maksud. Yang pertama memanggil untuk mencari tahu siapa yang memberikan transkrip rekaman dan kedua untuk mencari tahu apakah wartawan media tersebut memang mendengar pemutaran transkrip pembicaraan di MK.

"IPW yakin versi pertamalah yang benar," ujar Netta. Tujuannya sekali lagi mungkin untuk melemahkan KPK. Sebab, lanjut dia, jika transkrip itu terbukti berasal dari KPK, maka kepolisian punya klausul baru untuk menyatakan KPK mencemarkan nama baik Anggodo. "Itu dugaan kami".

Keberpihakan polisi kepada Anggodo ini, kata Netta, lebih dikarenakan kedekatan Anggodo dengan beberapa oknum pejabat polisi. "Atau bisa juga karena Anggodo punya kartu truf kepolisian," ujarnya.

Alasannya, telah bertahun-tahun institusi itu bekerja sama dengan Anggodo dan Anggoro. "Beberapa proyek alat komunikasi kepolisian diberikan kepada Anggoro dan Anggodo. Dan itu telah berjalan sejak lama."

Pemanggilan media dan keberpihakan polisi pada Anggodo, menurut Netta, malah menunjukkan bahwa polisi telah menyalahgunakan wewenangnya. "Ini malah mengindikasi polisi menyalahgunakan wewenangnya, sebab untuk pers kan sudah ada undang-undangnya. Dan untuk Anggodo kenapa malah polisi membela dengan membabi-buta," kata Netta.


source : Tempo
source : Foto : http://www.facebook.com/photo.php?pid=745670&id=1478843744


8 Komentar:

KLIK UNTUK MENAMPILKAN SEMUA KOMENTAR


Blogger Nekad said...

hmm, kok gak kelar-kelar seh masalahnya? ;)

raudensah said...

:)) hahahaaa kemarin nenek nyolong 3 buah kakao aja di penjara 1 bulan 15 hari.. ini koruptor kelas PAUS malah di bela2in.... !!! negara kita sebenarnya pake HUKUM apa sich?? :-o

Anonymous said...

Yang punya uang lah yg selalu di bela dan menang , yg ngga punya uang terima nasib aja

Anonymous said...

yahh...kapolri hari gini nangkap koruptor?
gak janji dech..mimpi ditengah hari bolong? mending bapak hansip masih sanggup nangkap maling ayam.

hendrie k_bejo said...

Hade Tah Mang Anggodo Teh, Mangku Budakna !!!

Blog Informasi said...

ckckck sebenernya gimana sih mekanisme hukum di negeri ini, media yang notabenenya hanya memberikan informasi pada masyarakat kenapa malah di libatkan dalam masalah ini

wiryo said...

setelah mengetahui adanya usaha penyuapan seperti itu, apakah harus ada yang melapor dulu sih supaya bisa ditindak. ato dikarenakan tidak ada yang melapor maka pelanggaran yang terungkap di rekaman tersebut tidak patut diperhatikan atau ditindak???

Anonymous said...

gue gak bangga dgn kapolri skrg.
berani & tegasnya sama nenek minah.
sama buaya super anggodo patuh & bertekuk lutut.

Post a Comment

Silahkan Komentar Nye-Pam terpaksa saya Hapus.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...