The Godfather Super Anggodo vs Omerta Mafia



Share
The Godfather Super Anggodo
Raja adil raja disembah, raja lalim raja disanggah, Apakah Bola Liar yang membingungkan dan membuat Gendeng masyarakat bodoh seperti kita akan dibiarkan terus menerus oleh para aktor super Intelek di Negeri Gendeng.

Menjadi Super Hero kadang menjadi impian saat kita masih kecil, Supeman, Batman Power Ranger sempat dikhayalkan. Jangan sampai anak-anak kita menambah khayalnya untuk menjadi Super Anggodo suatu saat nanti
Mafia mahluk seperti apakah itu ? atau malah nama jenis makanan baru ? Saya yakin banyak orang yang sudah menonton Film The GodFather yang Mengadaptasi dari kisah nyata Al Capone (One of the worlds greatest godfather ever).

Bahkan para facebookers sudah tidak asing lagi dengan kata Mafia apalagi buat para Gamers yang keranjingan Mafia Wars (sambil lirik Bang Zal). Tanpa kita sadari saat bermain Games Mafia Wars kita berkhayal menjadi Mafia beneran dan menerapkan Teknik-teknik Mafia bagaimana melakukan 'kejahatan tanpa tertangkap' dan meningkat setiap levelnya, beberapa tugas dalam games mafia wars diantaranya :
Detective West mengendus operasimu. Buat kesepakatan dengannya sebelum semuanya hilang dari tanganmu, Lawan Boss - Serang Luis Castana Luis telah membocorkan informasi kepada Kejaksaan. Beri dia pelajaran untuk pengkhianatannya pada keluarga, Hancurkan Persembunyian Musuh, Bunuh Saksi Dalam Perlindungan, Menyadap Telepon Polisi dan lain-lain. Tambah meningkat levelnya tugas tambah berat dan beresiko akan tetapi uang dan property melimpah serta peralatan bertambah canggih. alien
Sekarang ini kita sendiri menggunakan istilah ‘mafia’ dengan amat longgar. Gerombolan penjahat terorganisasi apa pun sering kita sebut ‘mafia’. Di Indonesia saja, sering kita dengar istilah ‘mafia peradilan’. Namun menurut John Dickie, penulis buku Cosa Nostra yang meraih penghargaan 2004 CWA Gold Dagger for Non-Fiction.

Istilah ‘mafia’ sebenarnya hanya bisa digunakan untuk menyebut Cosa Nostra, organisasi kejahatan Sisilia.

Kelompok-kelompok lain yang sering disebut ‘mafia’ juga adalah ‘Ndrangheta (di Calabria), Camorra (di Napoli), dan Sacra Corona Unita (Puglia). Istilah ‘mafia’ juga harus dibedakan dari ‘bandit’. Mafia mengenal ‘omerta’ atau Gerakan Tutup Mulut (kode moral anggota mafia; asal suku katanya adalah ‘umirtu’, rasa malu) dan kerap disebut ‘men of honour’.

Terasa ironis memang karena mungkin kita tak bisa membayangkan seorang ‘man of honour’ membunuh anak kecil dan melarutkan jenazahnya dalam larutan asam, seperti yang dilakukan oleh Giovanni ‘lo scannacristiani’ Brusca, salah satu dedengkot mafia terbesar di pengujung abad ke-20.

Jangan sampai esok lusa ... anak-anak kita berkhayal menjadi super hero dari Geng Mafia Triad, Yakuza Mafia, Mafioso Italiano Sisilia ... Mafia Berkeley, Gang of Nine (Gang Sembilan), Naga Sembilan ataupun Naga Sembunyi. Amieen tidak mau dengar
Ganyang Mafia Ganyang Kemunafikan

Di tengah suasana batin publik yang sedang tercabik-cabik oleh sepak terjang Anggodo Widjojo yang amat perkasa mengatur kepolisian dan kejaksaan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengumumkan program kerja seratus hari Kabinet Indonesia Bersatu II.

Program penting itu menjadi tidak penting di mata publik yang sedang terperangah oleh kedahsyatan sepak terjang mafia peradilan yang diperankan seorang Anggodo. Padahal, salah satu target kerja 100 hari kabinet SBY adalah Ganyang Mafia. Ironis!!!

Sungguh ironis memang. Program Ganyang Mafia dilancarkan pada saat dua lembaga penegak hukum kepolisian dan kejaksaan digerayangi dengan amat leluasa oleh para mafia.
Bahkan tidak cuma digerayang. Seorang bernama Anggodo kini diberi gelar baru 'Super-Anggodo' oleh Effendi Ghazali, ahli komunikasi politik, ketika berorasi di Bundaran HI, kemarin, dalam pawai besar antikorupsi.

Mengapa Anggodo demikian super? Karena tidak ada kekuasaan di negeri ini yang mampu menjeratnya. Padahal, dia sampai detik ini di tangan dan dilindungi polisi. Ganyang Mafia, dengan demikian, tidak semata akselerasi perang terhadap korupsi, tetapi lebih dari itu, adalah pengakuan bahwa kita sesungguhnya kalah dalam perang melawan para bandit dan mafia korupsi itu sendiri. Anggodo adalah bukti yang amat telanjang.

Mengapa kalah? Kita mengakui dijajah mafia korupsi, tetapi pikiran dan konstruksi penegak hukum terpaku pada konstruksi prosedural. Adalah kekonyolan luar biasa bila seorang mafia mau meninggalkan bukti. Kalau bukti tercecer di mana-mana, bukan mafia namanya.

Adalah tugas mafia untuk bekerja rapi. Tugas mereka adalah berbohong. Tugas polisi adalah membongkar kebohongan.

Kita gagal memberantas korupsi karena--seperti yang sangat telanjang dipertontonkan dalam kasus Anggodo--aparat penegak hukum bersahabat dengan mafia. Mereka, para penegak hukum itu, dibiayai negara, tetapi mengabdi pada mafia.

Mafia, dengan demikian, bisa diberantas hanya bila ada keberanian untuk menggunakan kekerasan hukum yang dikomandoi nurani dan akal budi. Tidak dikerdilkan oleh rezim bukti dan prosedur.

Youtube Video Pelesetan Anggodo Widjoyo

4 Komentar:

KLIK UNTUK MENAMPILKAN SEMUA KOMENTAR


sugank said...

pengen ngacungin jempol bwt tulisan ini....
:D

Nova Imoet said...

top player dah buat anggodo..
orang tu berbahaya...
kyanya harus dimusnahkan..

NanLimo said...

jiahahahaha.. ktawa guling2 baca videonya......... :D

agoes said...

ha ha ha, itulah Indonesia!

Post a Comment

Silahkan Komentar Nye-Pam terpaksa saya Hapus.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...