Butuh Sentuhan Tinggi di dalam Teknologi Tinggi



Share
Berbicara baik dan buruk dari dampak internet Ibarat membahas siang-malam, langit-bumi, suka-duka, hitam-putih, utara dan selatan. Semua itu adalah paritas / pasangan yang pasti adanya, Tidak bisa kita membinasakan salah satu komponen itu sampai titik nol karena akan mengganggu keseimbangan kehidupan.

Internet untuk selanjutnya Aku lebih suka menyebutnya teknologi, dan kita dimabuk oleh kegairahannya yang menggebu-gebu. Kita tidak banyak membahas hal lain. Teknologi merasuki kehidupan kita dari segala arah.
Kita mencintai teknologi tatkala teknologi itu berfungsi, kita membencinya tatkala teknologi itu tak jelas. Bagaikan buku panduan / readme yang tak pernah dibaca. Kita mencintai teknologi itu seperti mainan baru, namun kita membencinya tatkala mainan itu rusak.

Teknologi berikrar akan membuat kehidupan kita menjadi lebih baik, lebih pintar, meningkatkan efektivitas dan kinerja serta membuat kita bahagia.

Teknologi berjanji akan lebih cepat, lebih murah dan lebih mudah dari semua yang pernah ada sebelumnya.

Teknologi bersumpah menjadi landasan, akan menghubungkan kita dengan dunia luar namun tetap menjaga kita tetap dekat dengan para sahabat dan keluarga yang kita cintai.

Dunia alamiah kita 'diatur' oleh piranti lunak yang kian lama kian canggih.

Kita merasa bahwa ada sesuatu yang tidak beres, namun kitapun tidak bisa menunjukkan apa sebenarnya yang salah.
Kehampaan spiritual yang mengecewakan dan berbahaya serta mustahil keluar dari dalamnya. Kecuali kalau kita menyadari bahwa kita memang berada di dalamnya.

Kita tidak tahu siapa penemu air tapi yang pasti bukan ikan.

Terlalu dalam kita terbenam dalam Zona Mabuk Teknologi sehingga bakat budi pekerti yang kita miliki ikut terpendam. Sukar sekali melihat dimana sesungguhnya kita berada.

Beruntunglah kita bukan ikan, ada seniman, teologiwan, sastrawan, Ilmuwan, Wiraswastawan, Cendekiawan bahkan Polwan yang mengakui serta menyatakan dengan terang-terangan bahwa di satu pihak teknologi memang mendukung dan memperbaiki kehidupan manusia, akan tetapi mereka juga memperingatkan bahwa di pihak lain teknologi bisa mengucilkan, memencilkan mengaburkan dan menghancurkan.
Di dalam teknologi ada kebaikan dan keburukan ada jalan ke syurga ataupun potensi menuju neraka. Jangan coba-coba untuk membinasakan atau menghilangkan salah satu pihak, karena dengan mewaspadai teknologi kita dapat menguasai secara jernih relevansi teknologi yang ada sekarang dan membangun hubungan yang wajar dengannya.

Kita mulai mengantisipasi perkembangan teknologi baru dan memperdebatkan terlebih dahulu kebaikan serta konsekuensi penerapannya.
Kita memang harus mencintai kemajuan, merasa gembira menjadi bagian dari kemajuan itu dan tidak takut menghadapinya,

Mencintai teknologi maju bermakna kita menghargainya, memaklumi kekeliruan dan keberhasilannya, mengindahkan semua sinyal peringatannya, mengakui semua kekuatannya, bersifat terbuka dan penuh perhatian mencermati, mendengarkan, menghadapi persoalan dengan jujur, bersikap filosofis menetapkan sejumlah standar, memahami masalah dan menyambut baik pendapat semua kalangan dan profesi.
Jika kita mencintai teknologi dengan penuh kesadaran dan bersikap mau menerima segala kekurangannya.
Kita akan memupuk kekuatan teknologi dan bukan menampiknya (sebagaimana dilakukan oleh kaum teknofobia) kaum yang anti dan Benci Teknologi.
Atau menerimanya secara membabi buta (sebagaimana dilakukan oleh kaum teknofilia) Cinta Buta kepada Teknologi.

'Teknologi salah satu istri' ar-rahmanku'

Wahai teknologi ...
Aku sangat mencintai
Tapi bukan cinta buta
Mudah-mudahan ini Cinta yang didasari rahman-Nya Illahi
ada kepercayaan dan keraguan
ada harapan dan kecemasan
ada keinginan dan penolakan
ada kesukaan dan kedukaan
ada kesamaan dan perbedaan
ada kebaikan dan keburukan ...
ada Jalan ke Syurga juga Pintu Menuju Neraka

Wahai teknologi ...
Kamu menjanjikan kecepatan dalam mencapai keberhasilan
Tapi Aku masih mencintai proses dan perjalanan!
Kamu menawarkan kemudahan dan kekuasaan
Tapi Aku kadang merindukan kerja keras untuk mencapai kebahagiaan!
Kamu dapat memberikan kecanggihan dan kemewahan
Tapi Aku heran kadang kenyaman malah ada dalam kesederhanaan!
Kamu mengiming-imingi keawet mudaan dan kesehatan
Tapi Aku tak mungkin menghindar dari ketuaan apalagi menunda kematian!

Wahai teknologi ...
kamu bukan Malaikat atau Iblis apalagi berhala khayalan
Aku tidak akan memujamu ... serta tidak sudi untuk takut apalagi takluk kepadamu !

Teknologi tak akan berhenti
Tapi Nurani tak akan pernah mati
Aku tidak benci teknologi
Tapi Aku lebih percaya kata hati
Kamu kuperistrikan demi cinta utamaku kepada yang paling berhak atas cintaku !

5 Komentar:

KLIK UNTUK MENAMPILKAN SEMUA KOMENTAR


Ani said...

Pertamax!
Di dunia ini, ada hitam ada putih, ada bumi ada langit, begitupula berkaitan dengan teknologi , tentu ada dampak baik dan ada buruknya, tinggal tergantung bagaimana si pengguna teknologi bisa bijak menggunakan teknologi yang tersedia. *terkadang menjalani sebuah proses merupakan kenikmatan tersendiri*

Lyla said...

wahhh...namanya dah ganti ABU RAIHAN yaaa... kapan selamatan ganti nama nih...

HulaGirl said...

been here too

Mike.... said...

wah..kalo ngomongin teknologi emang ga akan ada habisnya...
ni ganti layout lg ya bro..:)

Bunda Nayla said...

SB nya kemana nih? lier euy..

Post a Comment

Silahkan Komentar Nye-Pam terpaksa saya Hapus.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...