Noisy Sex and Noisy Neighbors



Share
"Our neighbors complain about our noisy sex. What should we do?
This is a fascinating dilemma, and one that probably exists for many college marrieds -- and parents of young children, too. First, I am stunned that you have received complaints about your lovemaking from neighboring students. Is this a sign of their jealousy that you two are going at it and they are not? Or are you mimicking an 8.2 earthquake and scaring them out of deep sleep?

The orgasm-directed coaching that I do involves teaching both men and women how to open up their ability to make sounds when they release the orgasmic charge. Sounding, as I call it, is one of the ways to expand the intensity of orgasm. I certainly would not want you and your mate to lose this all-important feature of your lovemaking. Instead, I hope that you will find ways to keep your sexual patterns for vocalizing alive and instead find solutions for the spatial problems that surround you.

Try some alternatives to your sexual vocal releases. You may want to breathe deeply instead of screaming or moaning when you reach the point of orgasmic release. You may want to "soundproof" your suite of rooms to give your paranoia -- and your neighbors -- a rest. Or, you may want to start looking for new digs, just as soon as possible.
"

Suara desahan itu muncul lagi. Seminggu yang lalu, saya terganggu sekali setiap 'tetangga kamar 9A hotel R di kota Mhmm kost' saya berhubungan seks. Bukan apa-apa, suaranya itu lho, berisiknya minta ampun!

Memang sih, orang-orang bilang, desahan perempuan ketika melakukan hubungan seks bisa menambah gairah pasangannya. Tapi kalau suara desahannya sampai ke 'kamar tetangga', bukannya menimbulkan gairah seks lagi, tapi gairah untuk menggampar dan menyumpal mulut orang yang berisik itu! *wih, gue emosi banget ya nulisnya?

Bukan apa-apa. Ceritanya, tetangga kamar saya ini pasangan muda. Kalau melihat tampangnya sih biasa-biasa saja. Mendengar suara berisik perempuannya, saya yakin itu hanya desahan yang dibuat-buat saja. Pasti terlalu banyak nonton film porno deh, jadi aja over acting! Memangnya cuman dia yang bisa make love have sex (sorry 'mbak cikungunya' yg lagi jadi mandor gw pinjem kosa katanya)?

Minggu lalu, ketika suara jeritan-jeritan seks itu terdengar lagi, saya mengecilkan volume tv saya. Supaya mereka sadar bahwa suara si perempuan yang terdengar dibuat-buat mendesahnya itu terdengar sendiri oleh mereka.

Tapi ternyata memang mereka tidak peduli dengan tetangga kamar yang terganggu sepertinya. Saya muak sekali mendengarnya. Sirik dan Pengen Jijik tepatnya. Saking Sirik dan Pengen jijiknya, saya coba mengeraskan volume tv lagi. It didn’t work. Well, I got a better idea.

It was after midnight actually. Suasana pasti sepi sekali dong. Saya punya pikiran jahil. Saya ingin mencoba apakah perhatian mereka terganggu jika saya membunyikan sesuatu dengan keras. Well, bukan membunyikan sih… karena yang saya lakukan adalah, saya membanting kursi sehingga bunyinya terdengar keras sekali. Lalu saya membuka laci meja saya, dan menutupnya kembali dengan suara keras. Guess what’s happened?

Suara desahan berisik itu langsung hilang!

Good! Akhirnya mereka tahu juga kalau suara sialan itu mengganggu tetangga kamar.

Ow ya, mungkin yang baca heran, kenapa saya bisa terganggu dengan suara berisik kamar tetangga. Petualangan di Batam membuat saya harus menyewa sebuah kamar di salah satu tempat kost yang dekat dengan jantung kota warnet 24 jam untuk menghemat tenaga dan waktu setiap harinya. So, kebetulan, tetangga saya ini umurnya masih muda, dan mereka tinggal sekamar berdua, walaupun bukan suami isteri.

Sebagai orang yang usianya sudah sangat tuir agak matang seperti saya, pastilah memaklumi dan sangat mengerti kalau seks itu butuh bumbu-bumbu penyedap, dan salah satunya adalah desahan seks itu. Saya yakin, pembaca blog saya ini juga banyak yang suka mendesah, bahkan menjerit-jerit ketika sedang berhubungan seks. Tapi apakah harus berbagi dengan orang lain dan tidak peduli kalau suaranya terdengar kemana-mana?

But, you know what, ada satu hal yang membuat saya ingin tertawa kalau mendengar perempuan itu mendesah-desah atau lebih tepatnya menjerit-jerit ketika berhubungan seks, yaitu, dia suka sekali memanggil-manggil si laki-laki. Niatnya sih dia memanggil dengan sebutan “babe” yang dibacanya “beib”, tapi kalau si perempuan ini yang menyebut, sebutan “babe” ini menjadi “bep” dan terdengarnya seperti…”ow yes bep…yes..oah...beeep..beeep…”

yaiks!!! bebeeek kaleeeeeee! *sirik ya gue?

By the way, "Are you a noisy-sex maker too?"
Source : Roseheart & Love.ivillage.com

13 Komentar:

KLIK UNTUK MENAMPILKAN SEMUA KOMENTAR


Indah said...

Kamar 9A...yang aku inget ruang 9A, kelas 2 SMA itu....emang berisik sih apalagi kalo lagi gak ada gurunya, berisik banget suaranya campur aduk...suara teriakan perempuan..suara laki2,suara desahan jg ada...byk suara sih.Iy abikin bte ya kalo lg konsen dengr suara neh2 gt...langsung sekelas dipanggil guru BP...hahahha...joko sembung bawa golok...gak nyambung Bok

Ani said...

It's like you did before, there is a meaning behind your post, even though it does not look explicit, I can guess it I think.
*sama-sama belajar English*

Kristina Dian Safitry said...

daku penasaran dengar suara perempuannya. jangan,jangan itu suara sundel bolong....bukan suara asli perempuan yg sedang nge-sex itu,he..he...

Ivana said...

hiiii...
mengerikan,ya?
kamu aja yang cowok merasa risih, apalagi saya yang cewek?huehehehe...
mmm..mungkin mereka berdua memang lagi bikin video untuk dijual?wakakaka

Mike.... said...

waduhh,,,
bisa dipanggil pak RT neh tetanggenye..
^^,

mama icel said...

seru dong denger orang lagi ehem ehem...sambil ngebayangin gak neh...

boodee said...

saya jadi penasaran om..
apa mirip dengan video porno??

ahahaha

Dani said...

hahaha direkam keren kali boss hehehe ga ding...

Gudang Kambing said...

aku bener-bener penasaran dengan wajah mereka berdua. Sebesar apa sih lakinya, kok sampai buat seperti itu atau hanya halusinasi mereka? Tolong curi fotonya (wajah/perawakan)untuk lengkapi postingan.
bikin penasaran

Mel said...

Well, like I said about copy paste. The english part in this post I think is taken from someone else's article in DVD Forum. You must put the credit to the original writer, make it as small as possible so people wont notice, but at leastyou don't break the ethic ;)

Regards,
Bu Mandor

Dedikasi Pada Talenta said...

cerita ini aku baca kayak lagi baca cerpen lucu. aneh aja, rasanya tuh orang udah gila kali ya pake acara sok dibuat-buat gitu

rizky said...

atau cewek yang lagi nge-Sex itu artis porno kali ya...?

dee said...

jangan2 mereka lg nntn film porno dan suara desahan itu keluar dr tv bukan bibir si cewe.. *deuh sotoy berat yak..hahaha..

Post a Comment

Silahkan Komentar Nye-Pam terpaksa saya Hapus.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...