Demo 20 Oktober 2010 Ritual Rutin Tanpa Makna



Share
Pada Januari lalu, juga terjadi demo bertepatan dengan 100 Hari Pemerintahan SBY-Boediono. Mungkin tahun depan, bertepatan dengan 2 tahun KIB Jilid II, juga akan demo serupa. Lalu tahun berikutnya dan berikutnya lagi, hingga 2014.
Sepekan terakhir santer beredar kabar, sejumlah elemen menyatakan akan menggelar aksi memperingati satu tahun pemerintahan SBY-Boediono pada Demo 20 Oktober 2010. Isu itu, membuat banyak pihak khawatir. Katanya akan ada puluhan ribu orang yang berunjuk rasa di Jakarta. Belum terhitung yang di daerah-daerah. Bahkan ada kabar yang menyebutkan aksi tersebut mengagendakan penggulingan Presiden SBY.

Menanggapi isu Demo 20 Oktober 2010, aparat keamanan khususnya Polri terpaksa harus sigap, dan dari jauh-jauh hari sudah membuat sejumlah rencana pengamanan. TNI juga membuat pernyataan, siap mem-back up manakala demo mengarah pada situasi chaos. Tapi apakah kekhawatiran publik itu akan menjadi kenyataan?

Pengamat politik Hermawan Sulistiyo mengatakan bahwa kalau para penggagas demo ingin menggulingkan SBY-Boediono, itu sangat tidak masuk akal. Demo besar mau disetting seperti apa pun akan sulit. Saat ini bisa dikatakan, kalangan menengah sudah merasa puas dengan kondisi yang ada. Sejak Juli ekonomi Indonesia berjalan membaik.


Selain itu menurut dia, syarat untuk penggulingan pemerintahan yang didengung-dengungkan sejumlah kalangan akan sangat sulit. Penggulingan bisa dilakukan melalui kudeta militer, people power, dan parlemen. Parlemen sudah dikuasai koalisi. Kudeta militer hanya bisa dilakukan Kopassus, Kostrad, dan Kodam Jaya tapi saat ini TNI loyal, dan people power sulit juga dilakukan.

Pada Januari lalu, juga terjadi demo bertepatan dengan 100 Hari Pemerintahan SBY-Boediono. Mungkin tahun depan, bertepatan dengan 2 tahun KIB Jilid II, juga akan demo serupa. Lalu tahun berikutnya dan berikutnya lagi, hingga 2014.

Hasilnya apa ? Hanya para penggagas demo saja yang tahu. Bagi kita orang awam, demo-demo itu ibarat ‘ritual rutin’ untuk merayakan pemerintahan SBY-Boediono dengan cara lain. Demo-demo itu hanya membuat nama-nama sejumlah aktivis menjadi ‘besar’. Sementara ambisinya itu bisa membuat banyak warga yang terpaksa absen kerja atau meliburkan anaknya dari sekolah.

0 Komentar:

KLIK UNTUK MENAMPILKAN SEMUA KOMENTAR


Post a Comment

Silahkan Komentar Nye-Pam terpaksa saya Hapus.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...