Masyarakat Bekasi Minta Polisi Juga Periksa Jemaat HKBP !



Share
Masyarakat Bekasi Minta Polisi Juga Periksa Jemaat HKBP, Badan Kekeluargaan Masyarakat Bekasi (BKMB) Bhagasasi memuji Kepolisian Republik Indonesia yang cepat menangkap dan menetapkan pelaku kasus penyerangan jemaat HKBP Pondok Timur Indah, Kota Bekasi.

“Cepat, dalam dua tiga hari sudah menangkap tersangka,” kata Ketua Harian BKMB Bhagasasi Aan Suhanda, usai bertemu dengan Kepala Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya Inspektur Jenderal Timur Pradopo, Kamis (16/7).

Meski begitu, kata dia, polisi belum adil. Sementara ini, polisi baru menangkap tersangka dari kubu kelompok Islam. Sedangkan dari kubu Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Pondok Timur Indah, pihaknya belum mendengar ada yang diperiksa.

Sebelumnya, dalam pertemuan dengan Timur di ruang kerjanya, BKMB Bhagasasi meminta “Kami meminta kepada penegak hukum agar mengusut tuntas kedua belah pihak,” kata Aan.

“Karena kami dapat informasi dari pihak lain, para tersangka juga ada yang menjadi korban, terluka,” kata Abdul Khoir, Sekretaris BKMB Bhagasasi.


Timur menggatakan, polisi terus melakukan pengembangan, sehingga kasus ini tuntas secara hukum. “Masalah hukumnya, serahkan kepada polisi,” kata Timur.

Insiden Berawal dari Pengendara Motor Tak Dikenal Senggol Jemaat HKBP

Insiden penusukan jemaat HKBP di Bekasi versi pengacara 9 tersangka dipicu dari seorang pengendara motor tak dikenal yang menyenggol salah seorang jemaat HKBP yang tengah berkonvoi. Keributan antara 9 tersangka yang saat itu ada di lokasi dengan para jemaat HKBP pun pecah.

"Di depan mereka (tersangka) ada pengendara motor tak dikenal. Motor itu menyenggol salah seorang jemaat HKBP kemudian diteriaki maling. Saat bersamaan ada mereka, HKBP lihat mereka pakai baju kok disimpulkan orang Islam. Bentrokan terjadi," ujar pengacara tersangka, Shalih Mangara Sitompul, di Polda Metro Jaya, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta, Kamis (16/9/2010).

Shalih menceritakan awalnya tersangka sedang ngumpul-ngumpul di daerah sekitar. Tersangka berkonvoi dan berpapasan dengan para jemaat HKBP yang juga tengah berkonvoi jalan kaki. Tersangka mengaku tidak ada maksud menghadang jemaat. Setiap minggu tersangka memang sering berkonvoi.

"Ya mereka berpapasan dan ada ketersinggunganlah," jelasnya.

Menurut Shalih, tersangka juga ada yang mengalami luka-luka akibat keributan 12 September itu. "Adik-adik kita ini juga ada yang terluka. Ada yang kena batu dan dicokoki pipinya dengan paku payung," jelasnya. Dia meminta agar kasus itu diusut polisi.

Shalih menuturkan, Ketua DPW FPI Bekasi Murhali Barda juga jadi tersangka karena diduga melakukan provokasi aksi protes, bukan provokasi penusukan jemaat. "Jadi SMS Murhali dikirim beberapa hari sebelumnya. Mereka menolak (rumah ibadah HKBP), itu ada dasarnya. Tindakan kriminal ini harus dilihat sebabnya kan ada rangkaian sebelumnya," ujarnya.

source : Detiknews

0 Komentar:

KLIK UNTUK MENAMPILKAN SEMUA KOMENTAR


Post a Comment

Silahkan Komentar Nye-Pam terpaksa saya Hapus.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...