Bupati Garut terpilih Fikri-Diky Cetak Sejarah



Share
Pasangan Independen Pimpin Garut

GARUT- Kejutan terjadi dalam putaran kedua pemilihan kepala daerah (pilkada) Kabupaten Garut, Minggu (21/12). Pasangan Aceng HM Fikri dan R Diky Chandranegara, yang tampil dari perseorangan (independen), mencetak sejarah pada pemilihan bupati Garut untuk periode 2009-2013.

Berdasarkan data dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Garut hingga pukul 20.15 malam, pasangan Aceng-Diky berhasil mengumpulkan 532.654 (56,4 persen) suara, sedangkan pasangan Rudy Gunawan-Oim Abdurrohim, yang diusung Partai Golkar dan PDIP, mengumpulkan 411,185 (43,6 persen) persen suara.

Hingga tadi malam, tercatat sudah 943.839 suara yang masuk dari jumlah partisipasi pemilih sebanyak 958.845 pemilih, dengan jumlah suara tidak sah 15.006 surat suara. Secara total jumlah pemilih di kota dodol tersebut berjumlah 1.583.659. KPU memprediksi ada 40 persen angka golput dari jumlah hak pilih.

Aceng-Diky berhasil menguasai 30 dari 42 kecamatan di Kabupaten Garut. Tidak hanya mampu mendomiasi suara di 30 kecamatan, Aceng Fikri-Diky Chandra juga berjaya di Kecamatan Wanaraja yang merupakan basis Rudy Gunawan. Pasangan independen ini memperoleh 3.601 suara, sementara Rudy-Oim memperoleh 2.848 suara.

Menanggapi keunggulan tersebut, calon bupati Garut Aceng Fikri menjawab diplomatis. Ia mengaku tidak mau mendahului hasil penghitungan suara di KPU. Namun, jika memang dirinya dinyatakan unggul, Fikri justru mengaku sedih karena dirinya akan mendapat tanggung jawab yang besar untuk membangun Garut lima tahun mendatang.

Dibandingkan putaran I, suasana pilkada putaran II sendiri tampak lebih sepi. Warga terlihat tidak terlalu antusias memaksakan diri mendatangi tempat pemungutan suara (TPS) untuk menggunakan hak pilihnya. Selain itu, beberapa TPS dibangun dengan sangat sederhana, bahkan ada pula panitia pemungutan suara (PPS) yang menjadikan ruang kelas sekolah sebagai TPS.

Sebelumnya, Ketua KPU Garut M Iqbal Santoso mengatakan, tingkat partisipasi masyarakat pada pilkada Garut putaran II diperkirakan menurun dibandingkan putaran I. Ia bahkan memprediksi angka golput akan mencapai 40 persen dari jumlah hak pilih. Salah satu alasannya, kata dia, banyak pendukung militan calon yang kalah pada putaran I tidak menggunakan hak pilihnya pada putaran II ini.

Iqbal mengatakan kemungkinan pasangan Aceng Fikri - Diky Chandra memenangi pilkada putaran dua kabupaten Garut sangat besar. Hal ini diindikasikan dengan jumlah surat suara yang sudah masuk semuanya ke KPU dari 42 kecamatan hingga pukul 21.00 malam tadi.

Namun demikian, Iqbal belum bisa secara pasti menyatakan jika pasangan dari perseorangan (independen) ini sudah dipastikan sebagai pemenangnya. Alasannya, menurut Iqbal karena pihaknya masih menunggu hasil rekapitulasi Panitia Pemilih Kecamatan (PPK) yang hasilnya baru akan diterima Senin ini.

“Kita masih menunggu hasil rekapitulasi dari 42 kecamatan. Sebab, bisa saja nantinya dari satu kecamatan, dari salah satu desa belum ada suara yang masuk,” terang Iqbal sambil menandaskan dirinya juga masih akan menunggu penetapan tanggal 26 Desember untuk menetapkan siapa pemenangnya.

Pelaksanan pilkada putaran kedua Kabupaten Garut, kemarin, diwarnai dengan kehadiran Ketua KPU Jawa Barat Ferry Kurnia Rizkiansyah dan Asisten I Pemerintah Provinsi Jawa Barat Tjatja Kuswara.

Menurut Ferry, yang kemarin turut meninjau pelaksanaan pilkada putaran II di beberapa TPS, tingkat partisipasi masyarakat Garut dalam pilkada putaran II memang diperkirakan menurun. “Namun diprediksikan angka partisipasi masyarakat masih di atas 50 persen,” tutur Ferry.

Tjatja Kuswara mengatakan, pemenang putaran II pilkada Kabupaten Garut akan dilantik pada 23 Januari 2009. “Mudah-mudahan pelantikan bisa dilakukan sesuai dengan masa habisnya jabatan Wakil Bupati Garut saat ini,” kata Tjatja.

Di tempat terpisah, Wakil Bupati Memo Hermawan mengatakan, ia cukup memahami bila ada calon pemilih yang tidak menggunakan hak pilihnya dan tidak datang ke TPS, sebab kondisi sosial ekonomi masyarakat sangat mendukung dan beralasan untuk tidak menggunakan hak pilihnya. Selain itu, letak geografis terutama di wilayah selatan kurang kondusif.

“Jarak TPS dengan tempat tinggal calon pemilih ada yang ditempuh 3 sampai 4 kilometer”, katanya. Pilkada putaran kedua melibatkan 41.500 petugas dari KPU, panitia pemilihan kecamatan (PPK), PPS, dan Linmas. Jumlah ini belum termasuk dari pihak Polri dan TNI.

Dalam pelaksanaan pilkada putaran II, aparat kepolisian sendiri memperketat pengawasan di kawasan Garut Selatan. Hal tersebut disebabkan faktor geografis wilayah Garut Selatan yang relatif jauh. Di wilayah Garut Selatan, satu polisi menjaga dua TPS. Di Garut Kota, satu polisi mengawal 4 TPS.

“Pada pelaksanaan putaran kedua pilkada ini, wilayah Selatan Kabupaten Garut memang diawasi secara khusus dibandingkan di wilayah Garut Kota atau wilayah lainnya yang berdekatan dengan kantor Kepolisian. Kami menempatkan satu anggota polisi untuk mengawasi dua TPS,” kata Kapolres Garut AKBP Rusdi Hartono, kemarin. (set)

Hasil Pilkada Garut
Hingga Pukul 20.15
H. Rudy Gunawan, SH dan Oim Abdurohim, SE, M.Si 411,185 43,6 %
Aceng HM Fikri, S.Ag dan Diky Candra 532.654 56,4%

Jumlah suara sah 943.839
Jumlah pemilih 1.583.659
Jumlah suara yang tidak sah 15.006
Partisi pemilih 958.845

0 Komentar:

KLIK UNTUK MENAMPILKAN SEMUA KOMENTAR


Post a Comment

Silahkan Komentar Nye-Pam terpaksa saya Hapus.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...