Selamat Kastari, Ada Skenario di Baliknya ?



Share
Batam - Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) mewaspadai kemungkinan Mas Selamat Bin Kastari yang dinyatakan kabur dari rumah tahanan di Singapura hanyalah skenario untuk merusak iklim investasi di Kepulauan Riau dan Indonesia pada umumnya.

"Terbuka kemungkinan ada konspirasi Singapura dan Amerika Serikat dalam skenario seperti itu," kata Ketua Umum PB PMII Hery Haryanto Azumi di Batam, Sabtu, ketika menyosialisasikan rencana rangkaian Saresehan Pemuda, Kongres ke-16 PMII, di Asrama Haji Batam, GOR Batam dan di Pulau Penyengat Tanjunginang, 16-25 Maret.


Setelah Selamat Kastari dinyatakan kabur pada Rabu pukul 16.05 waktu Singapura, kini muncul pandangan Rohan Gunaratna, pakar terorisme dari Singapura, bahwa Selamat Kastari kemungkinan melarikan diri ke Indonesia karena di negeri ini banyak teman, sedangkan bila bersembunyi di negeri sendiri tidak akan aman sebab bisa segera dilaporkan warga kepada aparat.


Berita dan pernyataan seperti itu, kata Hery, ikut mencitrakan seolah-olah Kepri dan Indonesia tidak aman justru ketika beberapa pentolan teroris di negeri ini sudah ditangani dan aktivitas kontraterorisme pun cenderung berkurang di permukaan.


Ia mengatakan, masalah terorisme erat dengan permainan kepentingan global, dan tidak menyangkut agama.

Supaya Indonesia tidak menjadi permainan, katanya, pemerintah harus menggencarkan diplomasi dan menguatkan posisi dalam berhubungan baik dengan negara-negara lain, khususnya yang bertetangga.

Keraguan Selamat Kastari sanggup meloloskan diri dari Rumah Tahanan Departemen Keselamatan Dalam Negeri di Jalan Whitley Singapura, juga dinyatakan Fahmi Bahmid dari Tim Pengacara/Pembela Muslim yang pernah menjadi kuasa hukum Slamet dalam kasus pemalsuan KTP di Surabaya.

"Kami meragukan kebenaran cerita tentang buronnya Mas Selamat Kastari," kata Fahmi ketika.


Dengan menggarisbawahi tak berkepentingan dengan masalah Selamat Kastari yang kini pencariannya melibatkan Interpol yang beranggotakan 186 negara, ia menyatakan diperlukan pengungkapan kebenaran di balik cerita yang sejak Rabu (27/2) menjadi perhatian banyak pihak.

Fahmi juga meragukan mantan kliennya adalah teroris.

"Dari penampilan lahiriah, tutur katanya tidak meledak-ledak. Juga ketika mengekspresikan tauhid," ujar Fahmi.


Pada kesempatan terpisah, Kapolda Kepulauan Riau Brigjen Pol Sutarman mengemukakan, Selamat Kastari adalah teroris. Mantiki (wilayah operasi) jaringan itu ada di Singapura dan Malaysia, kata Kapolda Kepri.


"Di Indonesia mantiki jaringan itu ada di Sumatera, Jawa dan Sulawesi," kata Sutarman, yang ketika menjadi Direktur Rerserse dan Kriminal Polda Jatim menangani kasus Slamet dalam perkara pemalsuan KTP di Surabaya, 2005.

Selamat Kastari, warga negara Singapura berusia 47 tahun, melarikan diri dari negerinya Desember 2001 ketika 40 aktivis Jamaah Islamiah (JI) di negaranya ditangkapi.


Ia sempat tinggal dalam pelolosannya di Karimun menyamar sebagai penjual air tahu, tetapi pada awal 2003 tertangkap di Tanjungpinang, Bintan akibat menggunakan identitas kependudukan palsu.

Di Surabaya ia kembali berurusan dengan Polri karena menggunakan KTP terbitan Kediri, hinggga kemudian pada 3 Februari 2006 dideportasi ke Singapura.

Menurut Sutarman, "Selamat Kastari dideportasi ke sana sebab dia warga negara Singapura."


Untuk mengantisipasi Selamat Kastari meloloskan diri ke wilayah Kepri, Kapolda Sutarman, Sabtu sore, ketika bersama Kapoltabes Batam-Rempang-Galang, Kombes Pol Slamet Riyanto, meminta warga masyarakat segera menginformasikan kepolisian terdekat bila mendapati orang-orang yang mencurigakan.

Tinggi badan Selamat Kastari 1,6 meter, dan menurut Sutarman, tanda fisik lain yang signifikan, buronan itu berjalan dengan kaki kiri pincang.


Kapolda menyatakan beberapa tokoh teroris telah ditangkap dan ada pula yang tewas di Indonesia, tetapi kewaspadaan aparat termasuk community policing (pemolisian masyarakat) tetap diperlukan karena Noordin M Top masih buron.

Sejak Rabu (27/2) malam, aparat Singapura menggencarkan upaya penangkapan kembali Slamet sehingga memacetkan lalu-lintas kendaraan bermobil di perbatasan dengan Malaysia.

Bagasi mobil pribadi maupun barang truk digeledah sehingga memerlukan waktu lama bagi pengendara untuk bisa melanjutkan perjalanan, demikian televisi Suria dari Singapura melaporkan, Jumat malam.


Sementara itu, Bambang Sutisna, seorang warga yang baru kembali ke terminal Feri Harbour Bay Batam melalui Terminal Feri Harbour Front Singapura menggambarkan, tidak mengalami penggeledahan atau pun pemeriksaan di jalan oleh aparat di Singapura.

"Di pelabuhan tadi, kebanyakan petugas berpakaian preman. Saya merasa nyaman-nyaman saja," kata Bambang yang hari itu pulang hari Batam-Singapura-Batam.

source : inilah.com

3 Komentar:

KLIK UNTUK MENAMPILKAN SEMUA KOMENTAR


Hasan said...

Kapan negri kita bisa bebas dari teror

Ani said...

Wah...mas Kastari jadi selebritis juga ya, dimana2 orang tahu tentang dia..ha...ha...

Kang Boim said...

walah bener juga ya...sapa tau cuma isu beneran ya.....kl beneran cuma isu dan konteks nya cuma ngerusak iklim investasi di indonesia....berrti kurangajar juga tuh yang nyebarin isu....:D

Post a Comment

Silahkan Komentar Nye-Pam terpaksa saya Hapus.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...