Wrong Way SEO



Share

Situs saya ada di posisi / halaman pertama di Google, tapi kok pengunjungnya sedikit ya?

Pertanyaan seperti ini bukan satu dua kali saja saya terima, tapi sudah berkarung-karung jumlahnya *hiperbola sedikit* Bagi yang baru berkenalan dengan dunia SEO, pertanyaan tersebut adalah pertanyaan yang wajar, mengingat para master biasanya mengatakan bahwa kunci dari banyaknya pengunjung adalah penguasaan ranking di mesin pencari. Tapi lah kok ini hasilnya kontradiktif? Dimana letak kesalahannya?

Sebelum mencari kambing hitam, mari kita terlebih dahulu amati skenario-skenario yang mungkin terjadi.

  1. Domain bernama MonyetBiru.Com, konten tentang “habitat monyet berwarna biru”, nomer satu untuk kata kunci “MonyetBiru.Com”

  2. Domain bernama MonyetBiru.Com, konten tentang “habitat monyet berwarna biru”, nomer satu untuk kata kunci “monyet merah”

  3. Domain bernama MonyetBiru.Com, konten tentang “habitat monyet berwarna kuning”, nomer satu untuk kata kunci “monyet merah”

  4. Domain bernama MonyetBiru.Com, konten tentang “habitat monyet berwarna biru”, nomer satu untuk kata kunci “monyet biru”

Pada kasus pertama, jelas terlihat bahwa sebenarnya situs MonyetBiru.Com belum teroptimasi sama sekali karena hanya menempati posisi nomer satu di mesin pencari untuk kata kunci nama domain yang bersangkutan. Tanpa tehnik SEO apapun, 99% kemungkinan suatu situs web akan berada di posisi pertama apabila dilakukan pencarian dengan nama domain yang digunakan oleh situs web tersebut. Dengan catatan, situs web tersebut tidak di-banned oleh search engine (atau mengalami Google Dance).

Pada kasus kedua, situs MonyetBiru.Com sebenarnya sudah mulai dioptimasi, namun kurang tepat. Yang seharusnya dioptimasi dengan kata kunci “monyet biru”, justru malah teroptimasi dengan kata kunci “monyet merah”. Beberapa faktor kesalahan yang mungkin ada:

  • Anchor teks yang digunakan sebagai backlink tidak tepat.

  • Porsi kata kunci utama relatif lebih sedikit jika dibandingkan dengan kata kunci lainnya.

Kasus ketiga tidak jauh berbeda dengan kasus sebelumnya, ketidaksesuaian teknis optimasi. Lebih parah lagi, dari sisi content-nya sendiri sudah terjadi penyelewengan. Hal ini sebenarnya bukan masalah apabila nama domain tidak mengandung kata kunci yang ditarget. Namun pada contoh skenario ini, kata kunci yang dikejar adalah “monyet biru”, sehingga sebuah kesalahan fatal apabila ternyata contentnya justru berisi tentang “komunitas monyet merah”.

Untuk kasus terakhir, tehnik SEO sudah diimplementasikan dengan sempurna sehingga hasilnya sesuai dengan target yang diinginkan. Kesalahannya justru terletak di awal, yaitu tidak adanya / kurangnya research terhadap kata kunci yang ditargetkan. Emang ada ya yang cari info tentang monyet berwarna biru? Kalau pun ada, berapa sih jumlahnya?

Itu sebabnya apabila Anda memang ingin menulis atau membuat situs untuk kepentingan komersil, pengetahuan dan kemampuan untuk menganalisa kata kunci adalah vital. Sulitkah? Tidak juga, asal tahu tehniknya. Tool-tool pendukung pun banyak bertebaran, dari yang gratisan seperti WordTracker, hingga yang berbayar semacam Wordze (gratis akses ke Wordze apabila Anda bergabung dengan CosaAranda.Biz). Selain itu, pemahaman tentang si ekor panjang juga merupakan nilai lebih, walau sayangnya mungkin tidak bisa Anda bangga-banggakan kepada pengawas saat wawancara lamaran pekerjaan.

Oleh karena itu, perhatikan baik-baik setiap langkah SEO Anda. Tidak hanya di tengah, namun juga di awal, karena sekali salah melangkah, bisa jadi nyasar ke tujuan. Gak mau kan?

Artikel ini ditulis oleh Cosa Aranda dan pertama kali dipublikasikan pada tanggal 19 February 2008. Artikel ini disponsori oleh LowonganPekerjaan.Net, situs penyedia informasi lowongan kerja terbaru. Artikel bebas untuk didistribusikan ulang untuk keperluan non-komersil selama mencantumkan nama penulis dan sumber artikel serta tidak merubah isi.

0 Komentar:

KLIK UNTUK MENAMPILKAN SEMUA KOMENTAR


Post a Comment

Silahkan Komentar Nye-Pam terpaksa saya Hapus.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...