Monopoli Kebenaran



Share
Mengapa Adam salahkan Hawa saat mendekati Pohon Terlarang Hawa pun menyalahkan Iblis yang menggodanya ??? Sampai kapan kita selalu mencari 'Kambing Hitam'

Tidak seorang manusiapun pernah benar-benar kehilangan cinta.
Karena itu pembunuhan sesungguhnya tak pernah bisa dipahami.
Baik itu pembunuhan 'jiwa' ataupun pembunuhan 'karakter'

Jika ketika orang sudah dianggap menjadi ter-brengsek, ter-pengkhianat, ter-arogan, ter-egois, ter-jahat, ter-bandit, ter-nekad, ter-gila dan ter-gali, bahkan ter-binatang dan ter-setan. Kita yang menikamkan pedang di dadanya mungkin saja mencatat suatu tingkat kebinatangan yang lebih tinggi dari sang mayat.

Juga ketika Tuhan mengucapkan Kun !
dan mencipta temanya adalah drama cinta kasih, termasuk kepada siapapun yang sampai akhir hayatnya gagal berkenalan dengan Nya.

Tuhan mungkin menghukum atau memaafkannya, dan itu urusan Nya.
Tetapi diri kita sering berbuat melebihiNya.

Karena tidak adanya jaminan keamanan di dalam kebersamaan, manusia terpojok untuk meyakini hukum-hukum.
Kemudian meyakini hukuman-hukuman, pada gilirannya ia menjadi yakin akan pembunuhan-pembunuhan.

Demi solidaritas antar teman dan golongan, demi cinta dan perjuangan, gara-gara pengkhianatan dan dendam, bisa atas nama Nya, bisa pura-pura atas namanya, bisa pula untuk hal yang tak terlalu berhubungan dengan Nya.

Menegakkan keadilan, mengamankan kekuasaan, menertibkan keadaan, menjaga harga satuan mata uang, menstabilkan penindasan, atau orang juga membunuh 'saudara' nya karena tidak dianggap saudara dan dipojokkan oleh rasa permusuhan atau rasa 'sakit' berkepanjangan.
Nak ... maaf kalau Ayah keliru dalam cara mendidik kamu, kalau kamu menangis karena tersandung buru-buru ayah menghiburmu dengan kata-kata : 'batu itu nakal'. Kalau kamu menangis karena terjepit pintu, Ayah salahkan pintu dan coba pukul pintu itu agar kamu merasa 'suegeng' (maaf raihan 'kosa kata' kamu Ayah pinjem yaa...) dan merasa puas.

Apakah rangsangan pengembangan akal di masa kecil berpengaruh atas proses penalaran di masa dewasa ? Pertanyaan yang menggelitik, sepele tapi jangan sampai kecele Kita butuh penjelasan, mengapa kita sebagai individu, masyarakat, bahkan sebagai bangsa cenderung mencari kambing hitam ?

Ingat berapa lama para 'mantan penjajah' menjadi bulan-bulanan kita ? yang serba salah selalu kita referensikan ke mereka.

Kita bersikap tak ubahnya seperti tanaman tanpa daya dan tanpa upaya :BISA MATI LAYU OLEH ULAH ORANG, atau BISA TUMBUH BERKEMBANG HANYA JIKA KENA SIRAMAN ORANG'

Kita mengutuk perampok dengan cara mengincarnya untuk kita rampok balik!

Kita Mencerca maling dengan penuh kebencian Kenapa bukan kita yang maling !

Kita mencaci penguasa lalim dengan berjuang keras untuk bisa menggantikannya !

Kita membenci para pembuat dosa besar dengan cara setan Yakni melarangnya untuk menyesal dan bertobat !

Kita memperjuangkan gerakan anti penggusuran dengan cara menggusur !

Kita menolak pemusnahan dengan merancang pemusnahan2 Kita menghujat para penindas dengan riang gembira !

Sebagai mana Iblis yakni kita halangi usahanya Untuk memperbaiki diri Siapakah selain setan, iblis dan dajjal ?! Yang menolak husnul khotimah manusia Yang meblokade pintu sorga yang menyorong mereka mendekat ke pintu neraka.

Sesudah ditindas kita menyiapkan diri untuk menindas ! Sesudah diperbudak kita siaga untuk ganti memperbudak !

Sesudah dihancurkan kita susun barisan untuk menghancurkan!
Yang kita bangkitkan bukan pembaharuan kebersamaan Melainkan asyiknya perpecahan !
Yang kita bangun bukan nikmatnya kemesraan Tapi menggelegaknya kecurigaan !
Yang kita rintis bukan cinta dan ketulusan Melainkan prasangka dan fitnah !
Yang kita perbaharui bukan penyembuhan luka Melainkan rencana2 panjang untuk menyelenggarakan perang saudara !

Yang kita kembang suburkan adalah kebiasaan memakan bangkai saudara2 kita sendiri.
Kita tidak memperluas cakrawala dengan menabur cinta Melainkan mempersempit dunia kita sendiri dengan lubang-lubang kebencian dan iri hati.

4 Komentar:

KLIK UNTUK MENAMPILKAN SEMUA KOMENTAR


Ani said...

Sampai kapan kita selalu mencari kambing hitam ? He..he..sampai kambing hitamnya ketemu dunk ! *just kidding*.
Ya begitulah manusia, sulit untuk mengintrospeksi diri sendiri dan asyik menyalahkan orang lain. Bagaimanapun, setiap orang berhak untuk memperbaiki dirinya, menjadi lebih baik dari kemarin, walau mungkin jalan menuju ke sana begitu terjal, berliku dan penuh onak duri. Tetep semangat !
Nice picture too.

Indah said...

koment apa ya.....

Sabar sedalam-dalamnya.....terus perjuangkan apa yg kamu punya demi Raihan...

Orang mo bilang apa...kita tetep terus melanjutkan hidup,gak mungkin berhenti hanya karena cibiran orang,gak mungkin berhenti menjadi lebih baek hanya satu,dua orang...

don't give up....
semangat juga...ikut2 kata mbak ani...

Kristina DIAN Safitry said...

walah..kok banyak "ter" nya yach? terindah, terenak, terasyik, ter...keter kali yach?ha..ha...

Tony said...

oh masalah iblis kayaknya bikin merinding deh apalagi ngeblog sendirian sepi2 gini..ih sereem

Post a Comment

Silahkan Komentar Nye-Pam terpaksa saya Hapus.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...