Dulmatin Bukan Teroris !



Share
Keluarga Dulmatin di Kelurahan Petarukan, Kecamatan Petarukan Pemalang memasang spanduk sebagai bentuk penyambutan kedatangan jenazah Dulmatin.

Menurut salah seorang warga Munir (40), spanduk tersebut dipasang sebagai wujud Dulmatin meninggal bukan karena sebagai teroris, melainkan meninggal karena jihad.

Menurut dia, selama dalam proses menunggu kedatangan jenazah tidak dilakukan acara tahlilan. Hal itu sesuai tradisi yang selama ini diterapkan masyarakat setempat.

Sesuai rencana, jenazah akan di makamkan di tempat pemakaman umum (TPU) Desa Loning, Kecamatan Petarukan yang berjarak dari rumah duka sekitar tiga kilometer.

Munir mengemukakan, keluarga maupun warga sekitar mengetahui tentang kematian Dulmatin dari televisi. Ketika menerima informasi dari keluarga juga tidak ada yang shock dan setengah tidak mempercaya berita tersebut. Pasalnya, selama ini Dulmatin sering dikabarkan tertangkap maupun meninggal begitupun teman dekatnya Umar Patek beberapa kali dikabarkan meninggal oleh militer Philipina.

Dulmatin Bukan Teroris
Ammar bin Usman Sovie bukan teroris tapi mujahid, spanduk itu menyambut datangnya jenazah Dulmatin yang tiba di rumah pada pukul 03:00 WIB hari Jum'at. Datangnya ambulan dari RS Polri Kramat Jati ini disambut ratusan pelayat dengan pekikan takbir. Jenazah Dulmatin atau Ammar atau Joko Pitono ini dibawa keluar dari RS Polri Kramat Jati pada pukul 20:45 WIB hari Kamis.

Begitu jenazah tiba di rumah orang tua Dulmatin yang berada persis didepan pasar Petarukan Pemalang, peti langsung diusung oleh para pelayat dan dimasukkan kedalam rumah sekaligus toko yang bercat hijau tersebut.

Setelah peti jenazah dibuka dan keluarga menyaksikan kondisi jenasah, kemudian keluarga memperbolehkan para pelayat yang mayoritas laki-laki untuk melihat keadaan jenazah. Para wartawan tidak diperbolehkan mengambil gambar jenazah kecuali dari MuslimDaily.

Para pelayat yang datang kebanyakan berasal dari kota Solo, Pekalongan, Semarang, Kudus dan beberapa kota terdekat lainnya. Bahkan ba'da subuh ini aliran mobil pelayat mulai tambah berdatangan.

(source : suaramerdeka.com, image : www.wartaislam.co.cc)

5 Komentar:

KLIK UNTUK MENAMPILKAN SEMUA KOMENTAR


kerja sampingan said...

tapi, gimana ya, kok bisa membunuh orang tak bersalah gitu loh dengan bom bukan teroris, tergantung orang punya perspektiflah. Kalu menurut polisi ya dia teoris

sugank said...

wah....siapa yang bener ya??

pensiun kaya belajar investasi said...

sayang banyak kaum Muslimin sendiri kurang memahami arti jihad sejatinya...mujahid belum tentu teroris, tapi teroris sudah pasti bukan mujahid
salam

torik said...

sepertinya bener deh... tuh sepanduk..:)

Irenaeus Ahmad said...

How Ahmadiyya Muslims view Jihad & Terrorism

Murder in the Name of Allah
by Mirza Tahir Ahmad

http://www.alislam.org/library/books/mna/index.html

http://www.amazon.com/Murder-Allah-Mirza-Tahir-Ahmad/dp/0718828054/ref=sr_1_1?ie=UTF8&s=books&qid=1268480189&sr=8-1

Post a Comment

Silahkan Komentar Nye-Pam terpaksa saya Hapus.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...