Video Baku Tembak di Solo, Gerebek Teroris?



Share
Baku Tembak polisi denga penghuni rumah yang diduga teroris terjadi di Solo sejak malam tadi, penghuni rumah pasangan pengantin baru Susilo yang mengajar di pondok pesantren Al Kahfi dikepung oleh Tim Densus 88. Susilo beserta istrinya yang mengajar mengaji kepada anak-anak warga sekitar di TPA rumahnya sendiri dan belum begitu lama bersosialisasi dengan warga sekitar digerebek Tim Densus 88 malam tadi karena diduga dihuni teroris.

Sampai dengan saat ini para wartawan ataupun peliput tidak bisa mengambil Foto Ekslusif ataupun Video Baku Tembak antara Polisi dengan Teroris di Solo ini, karena tidak boleh mendekati lokasi sampai dengan jarak 300 M.

Warga dievakuasi pukul setengah dua belas malam tadi. Ratusan warga masih memadati lokasi kejadian penggerebekkan dan pengepungan rumah yang diduga dihuni teroris di Kampung Kertosari, Mojosongo, Solo, Jawa Tengah , akan tetapi tidak bisa mendekati hingga jarak 300 Meter, baku tembak polisi dengan teroris di Solo masih terjadi sampai pagi ini dan terdengar beberapa ledakan di lokasi.

Video Baku Tembak di Solo

video

Aparat kepolisian menggerebek sebuah rumah yang diduga dihuni teroris, di Kampung Kepok Sari, Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta. Namun, hingga kini belum jelas apakah suara tembakan yang terdengar dari aksi itu telah menjatuhkan korban.

Aksi pengerebekan itu berlangsung sejak Rabu (16/9) malam sekitar pukul 23.00 WIB. Penggerebekan rumah yang diduga dihuni oleh teroris tersebut hingga Kamis (17/9) dini hari masih berlangsung. Suara tembakan dari senjata polisi yang diarahkan ke rumah sasaran masih terus terdengar sampai saat ini.

Rumah yang menjadi sasaran aparat kepolisian tersebut terletak di ujung kampung, berada di jalan lingkar Kota Solo. Belum diperoleh keterangan resmi identitas penghuni rumah yang digerebek aparat kepolisian tersebut.

Lokasi tersebut tertutup untuk umum. Para pencari berita hanya bisa memantau lokasi kejadian dari jarak sekitar 300 meter. Namun menurut keterangan warga di sekitar lokasi, penghuni rumah tersebut sering berganti-ganti. Penggerebekan rumah di malam menjelang Lebaran tersebut cukup mengejutkan warga setempat.
Polisi Terlibat Baku Tembak di Solo

Terjadi baku tembak di Kampung Kertosari, Mojosongo, Solo, Jawa Tengah, Kamis (17/9) dini hari. Kontributor Metro TV Eka Ari Wibawa melaporkan, hingga saat ini belum ada ada informasi lengkap, siapa yang terlibat baku tembak. Menurutnya, polisi tidak mengizinkan wartawan ataupun warga untuk mendekat ke lokasi tembakan, Warga dan wartawan hanya diperbolehkan berada dalam radius 500 meter dari lokasi baku tembak.

Dari pantauan Metro TV, sejauh mata memandang hanya gelap gulita didapat, Masih banyak pohon besar di antara lokasi wartawan berdiri dan asal suara tembakan. Wartawan dan warga hanya sempat menyaksikan anggota polisi berpakaian preman membawa kotak, mirip seperti kotak amuniasi.

Namun hingga saat ini belum ada satu pun keterangan resmi dari kepolisian mengenai baku tembak tersebut. Para wartawan dan warga juga tidak mendengar isu- sedikit pun terkait baku tembak tersebut. Penjagaan di dekat lokasi baku tembak juga sangat ketat,. Wartawan dan warga sekitar tidak diperkenankan mendekat ke lokasi. Warga pun bertanya-tanya, apa gerangan yang terjadi. Selain itu untuk menuju lokasi baku tembak sangat gelap karena tidak adanya lampu penerang jalam.(RIZ)

6 Komentar:

KLIK UNTUK MENAMPILKAN SEMUA KOMENTAR


Anonymous said...

Menurut sumber saat ini sudah ada ambulance mobil jenazah yang keluar dari lokasi. Tiga jenazah korban yang tewas saat penggerebekan di Surakarta Solo, Teroris yang meninggal salah satunya DPO Urwah alias Bagus Budi Pranoto yang pernah dipenjara 3 tahun 6 bulan di Cipinang, Adit alias Susilo dan satu lagi belum teridentifikasi.

soehar said...

apaun bentuk suatu masalah apabila masih DIDUGA, jelas menegdepankan nafsu. dan saya juga ikut prihatin atas 4 orang meninggal dan salah satunya perempuan yang mengandung anaknya. apakah tidak ada jalan lain cara penagkapan selain menggunakan kekerasan dan Penculikan seperti yang terjadi sekarang ini.kok seperti tahun 65 saja.

MAINDRA said...

BRAVO DENSUS 88

dysar's room said...

oh Dunia....damailah...jangan lagi ada BOM yang menewaskan sesama manusia,jangan berperang demi keyakinan yang buta....bangunlah wahai jiwa yang cinta damai. hapuskan teror,hapuskan dendam...

BUDI said...

KUAPUOK KOE NOERDIEN BUONGKO......KOE.selamat n sukses selalu mengiringi the best team densus 88

Anonymous said...

wahai para teroris yang ada di mari
pindah dong jangan di indonesia mulu
sukur-sukur insaf ngak jadi teroris

Post a Comment

Silahkan Komentar Nye-Pam terpaksa saya Hapus.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...