Identitas Teroris Solo, Kapolri Belum Bersedia Ungkap



Share
Belum ada pengumuman resmi tentang Identitas Jenazah Teroris Solo dari pihak terkait. Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri belum bersedia mengungkap identitas empat teroris yang tewas di Solo. Baik Foto Jenazah Teroris Solo ataupun Video Teroris Solo, Pihak yang berwajib hanya memberikan keterangan dan kronologis Penggerebekan Teroris Solo.

Saat meninggalkan ruang forensik kedokteran RS Polri Sukanto, Kramat Jati, Jakarta Timur, Kamis (17/9) sekitar pukul 14:30 WIB, Kapolri hanya tersenyum sambil mengacungkan dua jari jempol tangannya ketika para wartawan menanyakan identitas salah satu dari empat teroris yang tewas adalah gembong teroris Noordin M Top.

Dalam penyergapan yang dilakukan aparat Densus 88 Polri di Kampung Kepuh Sari RT3/RW 11, Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, Solo yang berujung tewasnya Noordin M Top. Benarkah Noordin M Top Tewas, dalam penyergapan Teroris Solo ? Belum ada keterangan resmi tentang hal tersebut sampai saat ini.

Hingga memasuki mobil dinasnya dan meninggalkan RS Polri, Kapolri tetap tidak mau menjawab kecuali tersenyum.

Sementara Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Nanan Sukarna saat ditanya wartawan di RS Polri mengatakan, ada tiga yang selamat dari peristiwa penyergapan itu.

"Ada tiga yang selamat dan masih berada di Solo," ujar Nanan.

Nanan menyebutkan, ketiganya nama tersebut yakni Bejo, Supono dan Putri Munawaroh, istri Susilo alias Adeb. Ketiganya direncanakan akan dibawa ke Jakarta.

Sementara itu, kabar yang beredar di RS Polri menyebutkan, istri Susilo, Putri Munawaroh, saat ini berada di Instalasi Gawat darurat (IGD) RS Polri. Namun, pihak RS Polri belum bisa dikonfirmasi tentang kebenaran kabar tersebut.

Penjagaan di RS Polri terlihat sangat ketat. Anggota Densus 88 pun ikut melakukan penjagaan di sekitar RS Polri tersebut.

Densus 88 Mabes Polri melakukan penyergapan di rumah Susilo alias Adeb yang diduga menjadi tempat persembunyian teroris pada Rabu (malam 16/9) hingga Kamis pagi di Kampung Kepuhsari, Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, Kota Solo, Jawa Tengah.

Pada penyergapan tersebut terjadi baku tembak selama sekitar tujuh jam dan ledakan sebanyak dua kali itu mengakibatkan rumah Susilo hangus terbakar. Empat orang tewas dalam peristiwa penyergapan Teroris Solo tersebut.
Penyergapan Noordin M Top Bukan Rekayasa Alihkan Isu KPK

Penyergapan kelompok teroris di Kampung Kepuh Sari RT3/RW 11, Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, Solo yang berujung tewasnya Noordin M Top, bukan rekayasa atau pengalihan isu dari kasus penyalahgunaan wewenang pempinan KPK.

"Dugaan rekayasa atau pengalihan isu terkait pimpinan KPK, totaly tak ada rekayasa," ungkap Wakil Ketua Komisi III DPR Aziz Syamsudin kepada wartawan usai usai melihat langsung jenazah Noordin di Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Kamis (17/9/2009).

Menurut dia, penindakan polisi terhadap tersangka teroris ini adalah objektif, tidak terkait dengan pemanggilan pimpinan KPK yang sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Aziz kemudian memaparkan proses pemburuan Noordin M Top yang sudah berlangsung sembilan tahun itu. "Info dari masyarakat itu dikembangkan oleh teori dalam hal investigasi yang dilakukan oleh Polri. Dan tadi malam mulai pukul 20.30 WIB, polisi melakukan pendekatan ke daerah sampai tadi pagi dan pelakunya dibawa ke sini (Jakarta)," paparnya.

Dia menambahkan, penggerebekan di Solo merupakan kelanjutan dari proses dengan pengintaian sejak peristiwa di Jadtiasih, Bekasi. "Cuma saat mengintai itu kan ada strategi bagaimaa mengurangi jatuhnya korban baik di Polri atau mereka. Kalau Polri salah tembak bisa kena HAM lagi. Ini harus hati-hati betul," jelas Aziz.

Sebab itu, kata dia, pada saat melakukan pergerakan harus melihat kondisi sasaran, apakah menyimpan bom atau sen jata. "Saat penggerebekan di Solo ditemukan bom dan senjata. Bukan kita tembak, tapi mereka melakukan perlawanan sehingga ada tembak-menembak," tutur Aziz.

1 Komentar:

KLIK UNTUK MENAMPILKAN SEMUA KOMENTAR


Blog Sharing said...

coba ditangkap hidup2 jadi bisa introgasi dan menguak jaringannya b-(

Post a Comment

Silahkan Komentar Nye-Pam terpaksa saya Hapus.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...