Pakar SEO, Konsultan dan Jagoan Indonesia ?



Share
Belajar SEOSEO Belajar SEO di dimana ya ?
Aku mencoba mengutip sebagian kata dari Jagoan SEO : "Hanya keberanian diri kamu untuk mencoba adalah guru terbaikmu, jangan takut salah, jangan takut di bann, jangan takut kena sandbox"

Setingkat beliau mungkin sangat wajar dan layak saat berkata : Aku Jagoan SEO , tapi aku ? boro-boro jadi Jagoan SEO. Kepanjangan dari SEO aja aku baru Belajar sebulan yang lalu. Mau jadi Jagoan SEO dari Hongkong. Belajar SEO yuk ...

Aku Jagoan SEO, termasuk Keyword musiman atau Keyword Abadi ternyata setelah lirik kiri kanan ada Lomba dengan kata kunci Aku Jagoan SEO ? Sekalian Belajar SEO sebagai blogger pemula kali kali aja nanti bisa jadi jagoan SEO.

Karena Aku Bukan Jagoan SEO ... Aku tidak akan membahas SEO , atau membahas Aku ... tapi sedikit belajar apa yang dimaksud dengan Jagoan.

Pakar dan Jagoan seperti juga pejuang dan pahlawan -- acap kali terasa sebagai sekadar roman yang membikin kepala kita tengadah. Ia berada di atas kita.

Bagai kisah para nabi yang sudah usai, atau telapak kaki setan yang tak mampu menyentuh bumi. Tak satupun pakar dan Jagoan yang ada. Ia hanya obsesi di tengah jaman yang tema pokoknya adalah 'kemunafikan dan pengkhianatan'.

Jagoan itu tidak ada, karena kita semakin kurang mungkin untuk memilikinya. Kita jadi pesimistis dan rendah diri, sehingga dengan tertawa kecil kita menafikan kecenderungannya.

Tapi siapakan sang Jagoan itu ? Coba kita ambil satu kisah dari Yoko, Toliongto atau Socrates ? Kemal Attaturk-nya Turki atau Jamaluddin Al-Afgani pada dekade kebangkitan kembali pemikiran Islam ? Lech Walesa atau mungkin Khomeini ?

Pada awal abad ke-18 orang inggris melihat paradigma baru ke-Jagoan-an dan kepakaran.
Di Negeri ini tidak mengharapkan bahwa setiap warganya 'menjadi', melainkan agar setiap orang 'menjalankan tugasnya'.

Bendera superioritas ' ke-Jagoan ' dan ' kepakaran' diturunkan.
Kita sekadar membutuhkan disiplin, pelayanan, kesetiaan dan pengorbanan.
Kemanusiaan jangan lagi dihargai oleh ketinggian kekuatan, keberanian, pangkat, kebesaran, kekuasaan, serta kekayaan.

Konsep 'wahyu Kedaton', Sutawijaya, Panembahan Senopati, pendiri Mataram dalam sejarah Jawa, hanya kamuflase bagi kenyataan konsep yang sebenarnya.
Seperti jaman Renaisans Eropa, " wahyu " yang sesungguhnya dimaksud oleh Panembahan Senopati ialah kualitas intelektual yang dijelmakan dalam wawasan sosial serta kemampuan dan keterampilan mengendalikan.

Senopati membungkus hal itu dengan konsep wahyu agar dapat memonopoli kedudukan dan status.
Agar para 'Jagoan' dan 'pakar' dari dusun tidak akan berani memimpikan kekuasaan, sebab mereka tidak akan mungkin memperoleh 'wahyu'. Jang pernah mereka bicara : Aku Jagoan

Lingkungan Aristrokasi itu dipagari sedemikian rupa dengan mitos, dan para 'Jagoan' atau 'pakar' bisa saja menempuh karier, sepanjang ia MENGABDI DAN BERKOLABORASI semutlak mungkin kepada lingkaran itu.

Benarkah demikian ? seandainya aku ini Pakar atau Jagoan, Insya Allah akan aku jawab dengan gagah perkasa, susahnya paling jauh aku hanya sekadar tukang 'gombal tentang cinta'

Zaman dulu, pendeta-pendeta di dusun diberi gelar Ki Ageng - suatu bujukan untuk merangkul dan memasukkan mereka ke dalam lingkaran itu. Sehingga di Jawa dikenal konsep 'ngenger' -- ketika Jagoan dusun menyembah ke keraton untuk menjadi hamba sahaya, atau 'ngawula'.

Akhirnya proses pewarisan ke-Jagoan-an dan kepakaran itu tidak "membumi" terpola di lapisan atas dan agaknya akan tumpul.

Banyak yang seperti tokoh Ki Ageng Mangir, dalam sejarah Mataram yakni jago di luar establishment yang 'diundang ke dalam kemudian ditewaskan'.

Sebagian orang lebih suka memilih jadi Mahesa Jenar, jagoan dalam kisah Nagasasra Sabuk Inten : mengundurkan diri dari lingkaran establishment yang memilih membentuk pengabdian yang lebih steril.

Sebagian yang lain jadi pasingsingan tua, juga dari cerita silat yang sama : 'tiarap' dan bertapa serta bermimpi suatu hari akan tampil kembali sebagai arsitek jaman.
Namun gambaran kedua tokoh itu agaknya terlalu mulus untuk bisa benar-benar terwujud dalam jaman mutakhir ini.

Akhirnya 'Pakar' dan 'Jagoan' yang saat ini ditayang-tayangkan tidak bisa membedakan :
Mana Utara mana Selatan ...
Mana Asap Mana Api ...
Mana Aku Emas mana Aku yang Loyang ...
Mana Aku Nasi dan mana Aku yang Tinja ...
Mana Aku yang Penonton mana Aku yang Penuntun
Mana Aku yang Pemain mana Aku yang Pengamin

Mana Aku Mana Saya ...
Mana Aku Jagoan SEO mana 'Aku Jagoan SEO' (pake kutip)
Tapi yang sebenarnya
Aku Jagoan Neon
Mana Keyword Jitu Mana Keyword Ora Metu-metu
Mana Keyword Musiman Mana Keyword Abadi
Mana Keyword Mana Kata Kunci
Bahkan 'keliru atau terpeleset lidah'
Mana Aku yang Blogger ... dan Mana Aku yang Hacker

source : dari berbagai sumber buku bacaan Slilit Sang Kyai & Naga Sassra Sabuk Inten

11 Komentar:

KLIK UNTUK MENAMPILKAN SEMUA KOMENTAR


googleholic said...

yahuuuuiii.....
Pertamaaaaaaxxxxxxx.....
Kayakna bro ini mang "jagoan SEO"
sukses aja buat SEO nya!
Keep post..

Defi said...

Aku tau kepanjangan nya SEO sjk hampir setahun yg lalu, tp ga jago2 juga tu :P ...cenderung blank, malah..he..he..

soer ( adi ) said...

nambah satu lagi nih, tempat buat belajar...

indo-trans said...

wah,, jd + bingung kang Abu?? apaan lagi ney???

erwin_w14 said...

Waah, ada yang jago SEO nih :p

www.myexpertweb.com

tuink said...

om Abu... pake jurus SEO apaan?
belajarnya lama ya?

Abu Raihan said...

@ Semuanya : Ayoo kita sama-sama belajar seo dan jurus-jurus seo, saya juga masih pemula boss jadi try and error. Semua jagoan SEO awalnya pasti belajar SEO dulu khan.

sang pencari ilmu said...

aku mau nanya gimana carana mengubah blog asli dan mengganti dengan web yang grais ( ganti portal yang lebih keren)

adsense black hat said...

baru kenal seo 2008, sekarang maret 2009 udah jadi jagoan seo. Ketik seo d google.co.id urutan 4 dari 272.000.000 hasil??? ini baru jagoan seo di antara jagoan seo.

peredampanas.com said...

unik jg tulisannya

siapih said...

penasaran sama mbah SEO kang.. kumaha tiasa janteun keren kieu.. barusan diketik SEO di gugel dari 185.000.000 ngurutan ke opat.. mantaps..

Post a Comment

Silahkan Komentar Nye-Pam terpaksa saya Hapus.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...