Niche Topik dan Disiplin Menulis



Share
Mas Budi Putra dalam beberapa postingnya menekankan soal pentingnya menulis blog dengan topik atau posting yang sifatnya niche, khas dan unik. Bukan itu saja, blog yang dibuatpun sebaiknya dijadikan niche blog, blog yang membahas sesuatu secara khusus dan mendalam.

Tips soal niche blog ini memang bagus, namun bagi para blogger yang kebanyakan narsis dan menjadikan blog sebagai ajang curahan hati serta bagi para blogger pemula, tips tersebut menjadi salah satu dilema.

Menulis blog yang dikhususkan pada suatu topik tentu memudahkan pembaca dalam membaca suatu artikel secara mendalam, dan memang biasanya membuat pengunjung menjadi pembaca setia, namun hal ini juga menuntut blogger untuk tetap konsisten dalam menulis.

Ingat, masalah terbesar bagi blogger-utamanya blogger pemula-bukanlah masalah formasi penulisan, pengubahan layout maupun utak-atik bentuk blog melainkan kedisiplinan dalam menulis. Menulis secara konstan seperti It Pin yang selalu mengupdate blognya setiap hari tentu membutuhkan latihan dan kebiasaan yang sudah teruji.

Jika untuk blog yang sifatnya umum, personal dan tidak dikhususkan pada satu topik saja mengalami kesulitan dalam melakukan update artikel atau dalam mengisi posting, bagaimana jika topiknya dipersempit dalam satu atau dua topik khusus ?

Saya bukannya tidak setuju pada niche blog atau niche topik, tapi menurut saya, itu adalah langkah berikut setelah kita secara disiplin dan konstan menulis posting. Kebutuhan pada niche blog dan niche topik akan datang dengan sendirinya jika beberapa kategori dalam posting kita sudah cukup banyak.

Keuntungan dari blog yang dibuat secara umum dan bisa diisi dengan berbagai hal yang sifatnya personal (curhat, pengalaman, tips, komentar, opini dll) adalah luasnya ide-ide yang bisa dituliskan dalam suatu posting. Jika posting sudah bervariasi dan kita sudah terbiasa menulis posting secara rutin, melakukan update blog secara konstan dan membuat blog yang sifatnya khusus akan terasa lebih mudah.

Kita tidak terkungkung pada satu topik yang membatasi posting yang ingin dituliskan. Ingat, kadangkala pembaca blog bukan seseorang yang ingin selalu membaca soal-soal berat atau soal-soal canggih. Banyak pengunjung blog yang ingin melihat dan membaca sesuatu yang sifatnya manusiawi, apakah itu pengalaman pribadi kita, kesan-kesan, komentar maupun opini dan lain sebagainya. Anda tidak perlu menjadikan blog anda sebagai blog yang khusus membahas teknologi canggih secara update misalnya, karena jika anda kuat dalam memberikan panduan hal-hal yang simple, pengunjung blog tetap akan berdatangan.

Barulah, setelah blog kita memiliki banyak pengunjung dan ada beberapa kategori yang bisa dikembangkan, kita dapat membuat blog yang sifatnya niche dan melakukan backlink terhadap blog utama. Hal ini akan membawa manfaat positif dari sisi lain, yaitu kita memiliki blog / website betina (istilah Keeper) yang bisa dijadikan awal pemijahan (caelah, seperti memelihara ikan saja :-P) blog-blog baru yang terkait dengan blog personal kita. source : vavai.com

3 Komentar:

KLIK UNTUK MENAMPILKAN SEMUA KOMENTAR


ipanks said...

itu dia om.kadang2 menemukan tema yang berbau niche itu kok kynya susah ya.saya dah coba berkali2 tapi tetep luput. :(( :((

ANNA said...

btw yah blogku termasuk niche gak yah...niche paan sie artinya?.....ql menurutku niche artinya centil dan nyentil...he..he....mode binun on

BloGendeng said...

Thx buat infonya,mas. Baru tau nih. Moga-moga blogku cocok sama nichenya. Kalo berkenan tolong diliatin blogku apakah sesuai,mas. Makasih dan salam kenal dari saya.

Post a Comment

Silahkan Komentar Nye-Pam terpaksa saya Hapus.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...