Jika Pelaku Pembunuhan Berantai Berpuisi



Share
Pembunuhan BerantaiLangitku Jombang ku
Jombang memang Kota Santri dan Kyai ?
Tebu Ireng ... Bantar Beras ...
Kota yang dianalogikan sebagai kota ''Pensiunan'',
Sejuk dan Asri tapi juga Panas dan Keras.
Jombang melahirkan Cak Nun, Cak Nur (Alm) Juga Gus Dur
Tapi kita tidak usah heran kalo denger Mat Gundul serta Verry Idam Henyansyah alias Ryan pelaku Pembunuhan Berantai besar di Jombang

Daripada pusing dan gak habis pikir.... kok ada orang tega melakukan Make Love
Mendingan belajar bikin puisi ...

Hatiku perih, hatiku remuk redam
Ia bakteri virus kuman
Yang keburukannya menciptakan rerasanan-rerasanan
Jombang harus dibersihkan
Ia harus dilenyapkan

Aku terpaksa membunuhnya
Tidak. Tidak terpaksa membunuhnya
Aku bangga membunuhnya
Aku bangga setiap hari membunuhnya
Aku bangga setiap detik aku membunuhnya
Aku ketagihan membunuhnya

Aku bangga membunuh keserakahan dalam diriku
Aku bangga membunuh keculasan dalam diriku
Aku bangga membunuh kemunafikan dalam diriku
Aku bangga membunuh ketidakjujuran dalam diriku
Aku bangga membunuh asu bajingan dalam diriku

Aku tidak menyesal membunuhnya
Aku senang membunuhnya
Aku riang gembira membunuhnya
Aku lapar dahaga membunuhnya
Ideologiku adalah membunuh ia
Aku Ketagihan Membunuh
Kubunuh 1,2,3,4 dan 5 .. Pembunuhan Berantai - rantai

Kubunuh dengan Batu dan Palu
Kubunuh dan Ku Mutilasi suatu hari ia dengan pisauku
Kubunuh di hari berikutnya ia dengan pistolku
Kubunuh pada hari lain ia dengan kata-kataku
Kubunuh di saat berikutnya dengan penaku
Kubunuh ia dengan imajinasiku
Kupotong potong tubuhnya menjadi tujuh delapan bagian

Kutenung ia
Kusantet, kulemparkan kepadanya tombak api
Dan pada suatu hari kujumpai ia di jalan
Lalu kubakar, agar tak pernah lagi ada ia
Bahkan jangan pernah melintas meskipun sekedar dalam ingatan

Maka debu sisa tubuhnya aku bungkus dengan kain busuk
Kubawa ke laut selatan, kularung
Tenggelam, ludas, larut dalam air samudera
Aku yakin penguasa Laut Selatan juga akan mengusirnya
Dan itu sepadan dengan dosa-dosanya

Sekarang hatiku lega, tetapi aku terus siap berlaga
Karena jika kupandang biru laut selatan
Terbawa olehnya ingatanku kepada wajah dan nama si bangkai
Besok akan kukeringkan itu samudera
Agar benar-benar sirna itu bangkai yang bernama Kopi Tozie

source : EAN-Jombang

8 Komentar:

KLIK UNTUK MENAMPILKAN SEMUA KOMENTAR


papapam traffic said...

hore..pertamax, Ryan yang lugu telah melakukan kegemparan dipertengahan tahun ini..bener kata si Tukul dont look book on the cover

Indah said...

itu puisi ato lirik lagu ya....
cinta ini membunuhku...gt kali yaaa

gr2 ngobrolin Ryan...jadi kbawa mimpi,ada yg nitipin tas isinya agenda, diagenda itu ada diarynya si M** Y**.... ntar aja deh

I Ketut Riasmaja said...

Wiik.. ngeri banget puisinya...
tapi bener kang... kalo dibuat sayir lagu pasti indah... he.he.he..

*kabuurr*

Firman Rissaldi said...

jadi ? .....
tos finis ci kopi na ? "Dolar ini membunuhku"

Welcome to Abu Raihan

Ani said...

Semoga dia bukan membunuh karena cinta, karena cinta tidak diciptakan untuk membunuh seseorang
* hi..hi...mbulet *

rhapsody said...

"bunuhlah aku ..dengan cintamu.."he..he..he..Kang tozie,kok ngeri kali imajinasimu kali ini..yang romantis donk sekali-kali..

Id@ said...

Mungkin lebih baik..kau bunuh aku dengan cintamu....itu baru bagus kang tozie ^_^

INFO INDONESIA said...

Puisinya kok terdengar menakutkan yacH??

Post a Comment

Silahkan Komentar Nye-Pam terpaksa saya Hapus.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...