Kemunafikan, Aurat dan Operasi Keperawanan!



Share

Manusia melangkah ke depan, dengan 'tak bisa tidak' menggantungi masa silam. Ketika pada suatu malam selaput dara anak gadis kita pecah oleh 'sesuatu' yang memang berfungsi untuk memecahkannya, Selaput itu tak bisa diganti. Hati dan pikiran selalu menyodorkan kenangan yang jujur. Bahkan payudara yang mengendur, leher, pantat, atau aurat otot tertentu senantiasa juga 'bersetia' kepada apa adanya.

Keterusterangan memang sesuatu yang kadang menyakitkan, apalagi itu adalah sebuah nilai kesucian. Namun, kesucian yang kini tertancap duri tajam akankah mampu menggoyahkan sendi-sendi kebahagian?

Akankah seorang lelaki bersabar dan setia menghadapi kenyataan, bahwa sang istri telah tertoreh luka karena duri tajam ? walaupun ia sudah bukan 'perawan' Sementara, sang wanita yang telah terluka dicekam ke-tidaksetiaan ... seolah malam persembahan kesucian adalah saat kiamat tiba dibawah bayang-bayang !

Hidup dalam mimpi telah memperbesar khayalan, dan makhluk inilah yang menjadi teman hidup. Terbebas atau terpenjara oleh mimpi mungkin tidak penting, Karena yang terpenting sang lelaki telah tahu apa makna 'duri' yang tersembunyi di tengah jiwa. Duri yang ketika menancap ... dijiwa memang menyakitkan, tetapi seiring waktu merambat, kehadirannya justru membuat ...

Hidup menjadi berharga,setidaknya untuk direnungkan dan digali mutiara intan berlian kekayaan batinnya. Kadang aku berpikir Adilkah Jika Tuhan menciptakan selaput dara Tapi tidak selaput penis ?

Apakah hanya perempuan yang harus menjaga kesuciannya  sampai menikah tidak bagi laki-laki ?
Tak usah dipertanyakan ... tanpa 'selaput dara' pun Barang tersebut bukan untuk dijajakan Walaupun pada 'teman tersayang'

Keperawanan Bukan Aurat! Selaput dara bukan 'serpihan plastik surga', melainkan batas 'nilai dan tonggak'. Dokter yang 'mengutuhkan ' kembali kepecahannya tak lebih dari 'maling picisan' yang ditertawakan-Nya. Sampai seberapa jauh lagi kita hendak 'mengelabui hal yang tak bisa dikelabui'?.

Kita telah makin jauh bergeser dari nilai. Apa sebenarnya pembimbing kita ? Suatu cara berpikir sudah lama menggelisahkan kita. Mesin otak kita galakkan menjadi lokomotif abad mutakhir, serba tegar dan menguasai, tetapi masinis kita adalah semangat 'seks', hati adalah gerbong paling belakang, dipakai lebih banyak untuk lobi-lobi kompromistis,

Nah kalau perawan anak gadis kita pecah, jangan menangis tapi juga tak usah diganti. Nanti dobel 'defisit'. Bursa Seks pelajar dan mahasiswa itu 'kisah lama', selingkuh karyawan karyawati itu 'barang usang'.

Masinis seks punya 'peranan besar', paha dan susu menjadi rumus mayoritas film. Video pasti dengan gampang berwarna biru, Televisi domestik juga 'masih' harus lebih banyak beli film mancanegara yang mengajari bagaimana 'berciuman dan membunuh'

Ada kiriman dari kenalan baru di ' pinggiran Surabaya ', sebuah gambar kupu-kupu. "Saya peroleh dari anak-anak SD. Mereka cekikikan, dan makin lama makin banyak yang memfotocopy. "Tahukah rahasianya ? lipat secara horizontal, dan tatap seperti melihat negatif film.

Selebihnya marilah kita Sembahyang ...

4 Komentar:

KLIK UNTUK MENAMPILKAN SEMUA KOMENTAR


Nataludin said...

Olah kata dan gaya bahasanya asyik, bikin orang terhanyut...dan penasaran untuk ngebaca dan meresapi makna di dalamnya

Ani said...

Artikelnya bagus Tozie ! Inilah gambaran kehidupan sekarang, banyak hal yang membuat kita bertanya "mengapa", tetapi kita tak pernah menemukan jawabannya.
Dan juga sebagai yang dititipi anak laki-laki, aku hanya bisa berharap dan berusaha agar anakku kelak tidak menjadi perusak anak perempuan orang.

Monic said...

Toz, gw bantuin jawab, @Nataludin : Tozie gitu lohhhhhhh
xixixixixixi

tediscript said...

woeeee... dalemm coy

Post a Comment

Silahkan Komentar Nye-Pam terpaksa saya Hapus.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...