Ramalan Kiamat Tahun 2012 Mama Lauren ?



Share
Kiamat Tahun 2012Dari 10 tahun yang lalu qta sering denger ...
Jaman ini Jaman Edan ...
Ora Edan Ora Keduman ...

Bener gak sech kalo gak ikut edan gak bakal kebagian ?
Aq coba baca literatur Nostradamus ?
Syair Ronggowarsito ?
Bahkan Ramalan Delphi Yunani ...
Tidak lupa bertanya kepada
Dukun Santet dan Pelet wilayah Garut dan Sekitarnya ...
Baru di Paririmbon Ramalan Joyoboyo ada sedikit keterangan ...

Inilah jaman edan, inilah peradaban edan. Bila dimasukan dalam kategori perubahan jaman menurut Joyoyoboyo, maka jaman sekarang ini adalah titik puncaknya jaman Kalabendu (jaman kesengsaraan dan keangkaramurkaan).

Joyoboyo membagi jaman menjadi 3 jaman besar yaitu Kalisura, Kalijaga dan Kalisengoro, kita sekarang hidup di jaman ketiga yaitu Kalisengoro. Jaman Kalisengoro terdiri dari 7 proses jaman kecil atau peradaban, yaitu Kalajangga, Kalasekti, Kalajaya, Kalabendu, Kalisuba, Kalisumbaga dan peradaban penutup Kalisurata.

Berarti Kiamat memang sudah dekat ...
Yang terlintas di pikiran aq ...
Kemungkinan kiamat itu adalah perang dunia ke-3
Atau ... hancurnya dunia karena ulah manusia ...
Lapisan Ozon menipis, Global Warming, Lumpur Lapindo, Tsunami ...

Gw gak bisa tidur malem ini ...
Soalnya kiamat katanya hari jum'at ...
Berarti ini hari dan besok terakhir buat semua mahluk untuk ...
Tidur, makan, ngeblog, chating, mandi etc ...

Sudah siapkah anda Blogger semua kalo tahun 2012 ?
memang ..''Hari Kiamat''

Tapi lamunan gw pudar ...
Someone ... suplemen hidup gw
Bangun minta pulang...
senyuman serta lirikan High Touch nya ...
Membuat gw berpikir ...
Kayaknya Kiamat gak jadi besok lusa.

Video Youtube HEBOH KIAMAT TAHUN 2012




Isu Kiamat Tahun 2012 yang Meresahkan

Di internet saat ini tengah dibanjiri tulisan yang membahas prediksi suku Maya yang pernah hidup di selatan Meksiko atau Guatemala tentang kiamat yang bakal terjadi pada 21 Desember 2012.

Pada manuskrip peninggalan suku yang dikenal menguasai ilmu falak dan sistem penanggalan ini, disebutkan pada tanggal di atas akan muncul gelombang galaksi yang besar sehingga mengakibatkan terhentinya semua kegiatan di muka Bumi ini.

Di luar ramalan suku Maya yang belum diketahui dasar perhitungannya, menurut Deputi Bidang Sains Pengkajian dan Informasi Kedirgantaraan, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Bambang S Tedjasukmana, fenomena yang dapat diprakirakan kemunculannya pada sekitar tahun 2011-2012 adalah badai Matahari. Prediksi ini berdasarkan pemantauan pusat pemantau cuaca antariksa di beberapa negara sejak tahun 1960-an dan di Indonesia oleh Lapan sejak tahun 1975.

Dijelaskan, Sri Kaloka, Kepala Pusat Pemanfaatan Sains Antariksa Lapan, badai Matahari terjadi ketika muncul flare dan Coronal Mass Ejection (CME). Flare adalah ledakan besar di atmosfer Matahari yang dayanya setara dengan 66 juta kali ledakan bom atom Hiroshima. Adapun CME merupakan ledakan sangat besar yang menyebabkan lontaran partikel berkecepatan 400 kilometer per detik.

Gangguan cuaca Matahari ini dapat memengaruhi kondisi muatan antariksa hingga memengaruhi magnet Bumi, selanjutnya berdampak pada sistem kelistrikan, transportasi yang mengandalkan satelit navigasi global positioning system (GPS) dan sistem komunikasi yang menggunakan satelit komunikasi dan gelombang frekuensi tinggi (HF), serta dapat membahayakan kehidupan atau kesehatan manusia. ”Karena gangguan magnet Bumi, pengguna alat pacu jantung dapat mengalami gangguan yang berarti,” ujar Sri.

Langkah antisipatif

Dari Matahari, miliaran partikel elektron sampai ke lapisan ionosfer Bumi dalam waktu empat hari, jelas Jiyo Harjosuwito, Kepala Kelompok Peneliti Ionosfer dan Propagasi Gelombang Radio. Dampak dari serbuan partikel elektron itu di kutub magnet Bumi berlangsung selama beberapa hari. Selama waktu itu dapat dilakukan langkah antisipatif untuk mengurangi dampak yang ditimbulkan.

Mengantisipasi munculnya badai antariksa itu, lanjut Bambang, Lapan tengah membangun pusat sistem pemantau cuaca antariksa terpadu di Pusat Pemanfaatan Sains Antariksa Lapan Bandung. Obyek yang dipantau antara lain lapisan ionosfer dan geomagnetik, serta gelombang radio. Sistem ini akan beroperasi penuh pada Januari 2009 mendatang.

Langkah antisipatif yang telah dilakukan Lapan adalah menghubungi pihak-pihak yang mungkin akan terkena dampak dari munculnya badai antariksa, yaitu Dephankam, TNI, Dephub, PLN, dan Depkominfo, serta pemerintah daerah. Saat ini pelatihan bagi aparat pemda yang mengoperasikan radio HF telah dilakukan sejak lama, kini telah ada sekitar 500 orang yang terlatih menghadapi gangguan sinyal radio.

Bambang mengimbau PLN agar melakukan langkah antisipatif dengan melakukan pemadaman sistem kelistrikan agar tidak terjadi dampak yang lebih buruk. Untuk itu, sosialisasi harus dilakukan pada masyarakat bila langkah itu akan diambil.

Selain itu, penerbangan dan pelayaran yang mengandalkan satelit GPS sebagai sistem navigasi hendaknya menggunakan sistem manual ketika badai antariksa terjadi, dalam memandu tinggal landas atau pendaratan pesawat terbang.

Perubahan densitas elektron akibat cuaca antariksa, jelas peneliti dari PPSA Lapan, Effendi, dapat mengubah kecepatan gelombang radio ketika melewati ionosfer sehingga menimbulkan delai propagasi pada sinyal GPS.

Perubahan ini mengakibatkan penyimpangan pada penentuan jarak dan posisi. Selain itu, komponen mikroelektronika pada satelit navigasi dan komunikasi akan mengalami kerusakan sehingga mengalami percepatan masa pakai, sehingga bisa tak berfungsi lagi.

Saat ini Lapan telah mengembangkan pemodelan perencanaan penggunaan frekuensi untuk menghadapi gangguan tersebut untuk komunikasi radio HF. ”Saat ini tengah dipersiapkan pemodelan yang sama untuk bidang navigasi,” tutur Bambang.

0 Komentar:

KLIK UNTUK MENAMPILKAN SEMUA KOMENTAR


Post a Comment

Silahkan Komentar Nye-Pam terpaksa saya Hapus.

Blogging Tip Blogs - Blog Catalog Blog Directory My Zimbio My Ping in TotalPing.com ping.sg - the community meta blog for singapore bloggers
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...