Just Tozie Like Kopi, I am a nobody and it does not matter who I am. I'm just a coffee and djie sam soe lover who want to share anything about what can be shared. Writing down what I wanted to write, whatever people agree or disagree, it does not matter, because I want to be myself without any frills. So, please enjoy what is available here.

Paha Wanita di Balik 'Celana Jean’s'



Share
Paha WanitaSemula Tozie mau menulis 'Paha Peragawati di Balik Rok Mini' tapi sepertinya itu sudah bukan 'rahasia lagi, jangankan paha ... terkadang Pan***l pahanya saja sudah bukan 'daerah privacy' yang harus ditutup-tutupi dan dilindungi.

hmm .. berpikir sebentar dan diganti dengan 'Paha Wartawati di Balik Rok Mini' ... Oupss kurang tepat lagi, soalnya agak jarang wartawati memakai Rok Mini kalo 'meliput', paling mereka mamakai Celana jean's .. terlebih lagi bisa diprotes PWI atau Ikatan Jurnalis nanti, tidak mungkin ada 'oknum' wartawati yang memperlihatkan 'paha di balik celana jean's nya'.

So ... Judul Paha Wanita dibalik Celana Jeans diatas adalah hasil kompromistis.

''Kalau memandang Paha seorang Wanita, mengapa banyak lelaki tergoda?? Karena lelaki silau menatap cahaya wajah Allah apalagi pada hakikatnya 'Lelaki itu Lebih Lemah daripada Wanita'.

Dari paha wanita memancar cahaya Allah, apalagi paha yang mulus warnanya, jangan tersinggung dulu jangankan paha wanita, sedangkan Matahari yang tingkat kemakhlukannya dua tingkat lebih rendah dibanding manusia-pun diperkenankan oleh Allah untuk mewakili perwujudan cahaya-Nya ke Planet-planet serta ruang semesta di sekitarnya.

Bahkan daun-daun menjadi hijau karena cahaya.
Pada suatu saat warna hijau itu sirna tapi cahaya Allah tetap kekal adanya. Juga batu-batu, telaga, minyak bumi, dan peristiwa-peristiwa semua itu memantulkan cahaya-Nya.

Cuma harus dibedakan antara cahaya raga dengan cahaya jiwa. Cahaya jasmani dan cahaya rohani. Bedanya lagi, cahaya Allah yang dititipkan kepada matahari boleh memancar kemana saja secara telanjang dan dengan begitu menjadi rahmat kehidupan. Sedangkan cahaya yang dijatahkan kepada tubuh dan hakikat wanita, hanya boleh dipancarkan melalui Surat Nikah ataupun 'Nikah Siri'

(tapi hati-hati bukan 'nikah siri' pria beristri dengan 'wanita ber-suami' mungkin istrinya atau suaminya, pak 'lebe' dan Pak Kyai bisa 'dikelabui' tapi apakah kita bisa sekalian mengelabui-Nya. Sampai seberapa jauh lagi kita hendak 'mengelabui hal yang tak bisa dikelabui'?)

Kalau tanpa terikat pernikahan, cahaya itu menjadi mudharat alias malapetaka.

Tuhan menciptakan 'paha wanita' dan meninggikan derajat nilainya bagi dialog kudus antara lelaki dengan wanita. Tuhan pulalah yang merancang ide vagina, ovum, sperma, G-spot, linea alba, labio mayora dan juga sperma, dan meletakkan sebagai kartu amat penting bagi kelangsungan sejarah umat manusia.

Yang mana yang pornografis ?? Pornografis yaitu ketika engkau melakukan kekeliruan dalam meramu antara syariat dengan hakikatnya.
Hakikat itu 'realitas alam', syariat ialah 'realitas sosial'.

Allah bikin kenyataan-kenyataan alam termasuk manusia di dalamnya - sambil menyodorkan rangka aturan main bagaimana membangun kenyataan sosial.
Aturannya akan menjadi malapetaka atau rakhmat, bagi manusia itu sendiri.

Paha wanita adalah realitas alam, bagaimana memperlakukan 'paha wanita' ??itu bernama atau menghasilkan 'realitas sosial'.
Kalau seorang suami mengelus-ngelus dan mengendus-ngendus paha istrinya di kamar pengantin sampai 'sesak napas' tidaklah terjadi peristiwa pornografis apapun.

Pornografi baru terjadi kalau engkau 'mengintip' mereka. Karena syariat 'mengintip' mu itu melanggar 'hakikat keterlanjangan kasih' mereka.

Pornografi juga terjadi ketika paha itu dibukakan bagi lelaki yang bukan suaminya, baik di jalan umum, di depan kamera film maupun di ranjang 'pacaran' ataupun 'buka kamar' prostitusi.

Mengapa hanya wanita yang sebaiknya tidak memamerkan 'pahanya' sedangkan kalau ada lelaki telanjang orang malah lari semua'. Itu karena wanita memiliki 'keindahan Allah' sedangkan laki-laki hanya bertugas menerjemahkan dan menafsirkan keindahan itu.

Allah 'meminjamkan' keperkasaan kepada lelaki dan 'menitipkan' kelembutan kepada para wanita. Disinilah letak kunci soal ' Paha Wanita di balik Rok Mini '.

Coba daftar apa saja yang lembut di alam ini ? misalnya cahaya dan suara. Cahaya itu tidak tampak ! sebab yang engkau lihat hanyalah benda yang ditimpanya, Suara tidak terdengar sebab yang engkau dengar hanya perwujudan suara.

Hakikat suara justru kau temukan dalam sepi, dalam sunyi, dalam keadaan tanpa raga suara.

Apa artinya Ini ???! Kelembutan senantiasa tersembunyi Cahaya tidak kelihatan dan suara tidak terdengar. Juga keindahan, seonggok patung atau lukisan di depanmu atau pemandangan hanya pengantar keindahannya.

Sebait puisi sekadar mewadahi rahasia keindahan dibaliknya. Sealunan lagu kau tangkap nada dan iramanya, tetapi keindahannya 'bersemayam' di bathinmu sebagai 'rahasia' yang amat susah kau ucapkan.
Keindahan, kelembutan dan wanita, senantiasa menyembunyikan diri dalam 'rahasia' karena memang itulah syarat keagungannya. Karena hendak menyingkap 'wajah Allah', Musa pingsan di Bukit Tursina, Al-Hallaj digantung dan Syech Siti Jenar dipenggal kepalanya. Dan jika wanita 'menyingkap' sendiri pahanya, 'pingsanlah' kehormatannya, 'digantunglah' kepribadinannya dan 'terpenggallah' ketinggian harganya.

source : slilit sang kyai : ean

18 Komentar:

KLIK UNTUK MENAMPILKAN SEMUA KOMENTAR


Ani said...

Bahasa dan kalimatnya penuh perumpamaan...

abah oryza said...

ha ha ha

Yanti Wyant said...

Euleuh lami teuing ngaronda janten emut "paha" hhihihih :)

BTW " Happy New Year"

Eucalyptus said...

Wah wah, postingannya seputar paha neh... asal jangan pahe aja (paket hemat), he he he..

mavia said...

wah... susah memberi komen buat tulisan2 tozie...yg jelas.... via salut dgn caranya menulis... apalagi kalo udah pake berbagai macam sumber dan perbandingan... "good luck" dalam pencariannya (apapun itu... hehehe)

exscort said...

Waduh... Om agak "vulgar" nihh artikelnya..
He..he..
Tapi salut hebat tulisannya..

Thx..

manung36 said...

paha siapa nih mas?

Ivan Istyawan said...

Judulnya terkesan Porno.
Isinya Terkesan Mendidik.
dan Kesanku,Blog ini sangat mencerdaskan.Izinkan aku copy tulisanmu agar aku turut tercerdaskan.OK

Gudang Kambing said...

bahasa sanubarinya aku suka

anita mui said...

hebat!!! ck ckck...cocok bgt nih jadi ustadz, klo cewek lg pamer paha,yg punya sihh merasa biasa2 aja tp bagi cwok yg melihat...wachh bisa blingsatan tuh...pasti ingin menelannya mentah2,,hhee

treen said...

saya belum cukup umur Pak baca tulisan ini.

abdal976 said...

tajam dam dalam banget. Cukup mendidik menurut saya. Kalau habis baca ini cewe ngga sadar juga ya Wallahu a'lam

lankapo said...

menarik skelai kupasan mu ttg peha wanita :)

alfin said...

Thanx, its a very special post. You make me back to the ground.

k4ryn4 said...

harusnya banyak yang tersadar setelah baca ini... ;)

sugank said...

walaupun begitu...wanita masih bangga memamerkan pahanya kepada para manusia....

tjappLien said...

artikel yang plus plus.. plus pesan, plus pengetahuan dan plus nasihat..

matrix0747 said...

Wah, mantap artikel yang mencerahkan..

Post a Comment

Silahkan Komentar Nye-Pam terpaksa saya Hapus.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Lencana Facebook

Subscribe My Feed
Google PageRank Checker Powered by  MyPagerank.Net
Latihan SEO Untuk Pemula
Feedage Grade B rated