Menggosipkan Wartawan Infotainment



Share
Wartawan InfotainmentIni sekadar wawancara imaginer atau apapun namanya, menjawab pertanyan dengan pertanyaan di dalam hati : Menggosipkan Wartawan Infotainment, boleh gak ya ? Apakah Wartawan itu superbody sehingga untouchable dan gak mungkin melakukan kesalahan ? Mari kita bertanya pada rumput yang sudah tak lagi bergoyang.

Semua orang mempunyai pengetahuan tentang hidup. Tapi yang paling tahu hanya tiga, yakni Tuhan, Malaikat, dan 'wartawan infotainment'.

Tuhan dan Malaikat mau apa saja biarkan. Tapi para wartawan infotainment, sesekali bolehlah kita perbincangkan walaupun bukan berniat menggosipkan wartawan tukang gosip. Supaya imbang, jangan mereka saja yang setiap hari 'mempergunjingkan' dan menggosipkan orang.

Tetapi perbincangan kita tentang wartawan infotainment akan kopi tz bikin sedemikian rupa sehingga timbul kesan bahwa wartawan itu baik, jujur, dan pekerja keras.

Soalnya kopi tz sendiri 'seorang penulis bebas lepas'. Kalau di tengah perbincangan nanti ada perkembangan yang bisa merugikan wartawan. Tentu akan saya coba belokkan, atau bahkan saya stop sama sekali.

Hanya 'orang tolol' yang memamerkan boroknya sendiri. Hanya 'manusia dungu' yang membuka-buka 'auratnya' di depan orang lain.

Tuhan mengetahui apa saja, malaikat mencatat segala peristiwa, dan wartawan bukan sekadar tahu ada peristiwa pengguntingan pita. Wartawan bukan hanya mengerti teknik wawancara yang 'terencana' serta jawaban-jawaban yang juga 'terencana'. Lebih dari itu Wartawan tahu persis jumlah korupsi 'seorang pejabat', Wartawan tahu tanah yang dikosongkan itu akan dikavling untuk proyek 'apa'.

Wartawan tahu berapa korban sebenarnya dalam sebuah letusan peristiwa. Wartawan tahu skenario-skenario apa saja yang disembunyikan dari mata masyarakat. Wartawan tahu siapa 'pejabat' yang akan digeser. Wartawan tahu berapa lama lagi akan terjadi 'devaluasi' atau kapan persisnya seorang 'raja' akan turun takhta.

Dan yang terpenting dari semua itu, wartawan tahu secara mendetail setiap pori tubuh 'bintang-bintang' film tertentu. Saya tidak tega untuk tidak memberitahukan bahwa saya pribadi dulu memiliki album-album khusus yang berisi bintang-bintang film tertentu ---- Saya ulangi 'bintang-bintang film tertentu' dalam keadaan sangat 'jujur' dan 'penuh keterbukaan'.

Foto-foto tubuh yang innocent tanpa 'tedeng aling-aling', baik yang diambil di lokasi alam di ranjang kamar di atas wastafel atau sedang bercengkrama dengan kuda.

Saya ... 'buka rahasia' yang sebenarnya bukan rahasia ini dengan maksud agar para 'bintang film' yang serius berpikir untuk membersihkan citra korps bintang film dari ideologi buka aurat yang makin merajalela.

Kalau kelak tak ada lagi wanita yang bersedia berpose dengan pose penuh 'kejujuran tubuh' terus terang 'mata pencaharian' saya akan jauh berkurang ... (he he he kalo yang ini 'rahasia beneran'). Tapi tidak apa-apa bagi masyarakat kita yang 'beradab' saya rela berkorban jer basuki mawa bea. Toh saya sudah banyak koleksi "foto-foto jujur, polos anpa penghalang apa2".

Dan lagi aslinya kopi tz bukan 'wartawan porno', bukan pula wartawan politik, kriminal, hukum, KB, Kelompencapir ataupun Infotainment dulu memang sich pernah bercita-cita jadi 'wartawan politik', cita-cita selain itu yang terpikir cuma pakar seksologi, mafia atau teroris. Namanya juga imajinasi anak kecil yang 'polos' dan tak tahu apa-apa.

Kenapa wartawan politik ?
Karena dunia politik selalu amat penuh kesopanan dan tata krama, Sangat menyenangkan ... sopan artinya politik selalu berpakaian rapi, pakai parfum dan segala macam kosmetik.
kalau 'mulut bau' karena jarang sikatan bisa pakai alat tertentu sehingga mulut jadi 'harum'.

Kalau tubuh 'berpanu atau berkadas' bisa dilulur sedemikian rupa sehingga kulit bisa semulus dada Miyabi atau paha Luna Maya.

Pokoknya segala cacat bisa ditutupi, bau mulut 'politik', bibir politik, kaki tangan dan tubuh politik. telah ditampilkan dengan berbagai macam parfum dan kosmetika politik sehingga lebih indah dari warna aslinya.

Kalau pada suatu hari ada bisul yang meletus, wartawan akan diberi tugas --- lewat telepon --- untuk menutupi 'bisul' itu dengan blok tinta hitam. Kalau tidak akan kehilangan eksistensi sebagai wartawan.

Tapi saya bukan wartawan .. hanya 'penulis bebas lepas' ... otomatis saya agak kurang menghargai 'kesopanan' ... berusaha untuk menjelajahi dunia yang penuh kejujuran, keterbukaan tanpa tabir dan tanpa tedeng aling-aling.

Dan itu kita semua tahu sering dijumpai dalam dunia glamour, infotainment, artis-artis, dimana 'pelukan .. cupaka-cupiki ... 'jpttaj' dan oupss ... dianggap sesuatu yang 'lumrah dan biasa'.

Hmmm ... saya mau menggosipkan wartawan 'tukang gosip' ('gosiptainment') yang sering berhubungan dengan 'artis-artis ..., tapi tidak di 'artikel sekarang ini' ... biarlah 'mereka deg-deg an dan merasakan bagaimana 'jika mereka yang dijadikan 'bahan gosip dan pergunjingan' (he he he ... tunggu saja di postingan selanjutnya ... biar deg-deg an nya 'cukup berasa')


source : Slilit Sang Kyai, diolah otak kiri diedit disana sini

9 Komentar:

KLIK UNTUK MENAMPILKAN SEMUA KOMENTAR


Nataludin said...

he..he... tidak selalu wartawan tahu alur skenario suatu "Panggung Sandiwara" sobat dan empunya bidikCOM juga sering ngakali orang... contohnya wajah berpanu bisa dibikin kinclong, mata sebesar mata buto ijo bisa dibikin sipit..he..he... Seperti juga wartawan, artikel A dan I bisa dirubah jadi A,I dan B jadinya aib..he..he.. Jadi tugas sobat, membuat garis batas yang bisa dijadikan pembatas.

Monic said...

Biarkan saja, memang itu pekerjaannya. Jika menjadi wartawan, jadilah wartawan yang baik. Jika menjadi tozie, jadilah juga tozie yang baik.

Wali Kec. Cigugur said...

Saya salut sama weblog-weblog berbendera INDONESIA, salam buat Anda dan keluarga. Ditunggu kunjungannya...

digiEDU said...

Salam, salut buat weblog-weblog berbendera INDONESIA. Teruskan semangat merah putih.. ditunggu kunjungannya...

Anonymous said...

Kenapa prita nulis keluhan atas RS OMNI Media Seolah-olah membela mati-matian, hal ini serupa dengan kasus luna (seharusnya media tidak menggunakan standart ganda)...luna layak juga dibela seperti halnya Prita

Belajar SEO dan Warung Informasi said...

sepertinya sekarang muncul pribahasa baru dengan judul "keyboard atau keypad lebih tajam dari pisau belati", salah teu kang. kan anu bener mah.. ah poho deui kang.. teruskan saja perjuangan kita kang sebagai kuli keyboard dan keypad.

Anonymous said...

"Luna mendapat dampak dari apa yang sebenarnya dia ingin katakan sebagai bentuk kekesalan pada pekerja gosip. Lalu sekarang apakah pekerja infotainment menghargai privasi artis di negeri ini juga patut dipertanyakan,"

nilam said...

hahahhahahaha,
jaman memang sudah berubah,
dulu yang bermata dua itu benda tajam,
sekarang yang bermata dua keyboard atopun keypad..
hati2 kawan dengan apa yang kamu ketikkan

hendrie k_bejo said...

aya hiji Lagu yg dirilis oleh grup band Godbless " kata yg tepat beginih mang " Dunia ini Panggung sandiwara,ceritanya mudah berubah" Kisah Luna maya,,,,,,!

Post a Comment

Silahkan Komentar Nye-Pam terpaksa saya Hapus.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...