Kasus HKBP Bekasi



Share
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Timur Pradopo menyatakan penusukan terhadap anggota HKBP Bekasi merupakan kasus yang bermula sejak 20 tahun lalu.

Menurut Kapolda, Kasus HKBP Bekasi ini dapat dirunut dari kegiatan kebaktian pada 1990 di salah satu rumah tempat tinggal di perumahan Pondok Timur Indah, Jl. Puruh raya Blok F. Bekasi Timur.

"Karena setiap kebaktian hari Minggu selalu ramai, masyarakat sekitar keberatan karena banyak kendaraan parkir sehingga menimbulkan macet," katanya sore ini. Karena permasalahan itu, lanjutnya, terus berkembang dan belum ada solusi.

Pada 1 Maret 2010, katanya, rumah tersebut disegel oleh Pemkot Pemerintah Kota Bekasi, tidak boleh digunakan untuk rumah ibadah, karena peruntukanya bukan untuk tempat ibadah. Pada 2 Juli dilakukan penyegelan yang kedua oleh Pemkot mengingat sudah ada ketentuannya, berlanjut pada 11 Juli anggota HKBP melakukan kebaktian di lahan kosong milik salah satu jemaat, di desa Mustika Jaya.

Akibat melakukan kegiatan peribadatan di lahan kosong itu setiap hari Minggu, pada 8 Agustus 2010 ada protes dari FUI (Forum Umat Islam) Mustika Jaya. Saat itu berkumpul sekitar 1.000 orang dengan menyatakan menolak kegiatan tersebut.

Setiap hari Minggu, katanya, Polres melaksanakan pengamanan di lahan kosong Ciketing Asem termasuk yang terakhir tanggal 12 September. Pada hari penganiayaan, di perumahan Pondok Timur Indah, Briptu Ganif Setiawan memimpin pengawalan. Dari arah berlawanan pukul 08.40 WIB, ada 4 orang naik sepeda motor, kemudian menusuk Asian Sihombing. Tiga orang menggunakan tongkat melakukan pemukulan ke Luspida.


Akhirnya, kata jenderal bintang dua itu, pihak Polda Metro Jaya berhasil menangkap 9 tersangka yakni AF, DTS, AA, NN, HS, AN, ISN, PP, dan KA, dan dikenai pasal 351, dan 170 KUHP. Dari kesembilan orang tersebut, pimpinanya adalah AF, dan bukan penduduk Mustika Jaya.

Adapun barang bukti yang disita adalah 3 unit sepeda motor, korban, baju korban, rekaman yang berhasil dilakukan saat kejadian, baju tersangka, dan balok.

1 Komentar:

KLIK UNTUK MENAMPILKAN SEMUA KOMENTAR


Anonymous said...

ya gitu ya kalau menurut saya, ini salah punk in love;

Post a Comment

Silahkan Komentar Nye-Pam terpaksa saya Hapus.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...