Facebook Haram atau Syubhat ?



Share
Kita akan memupuk kekuatan Facebook dan bukan menampiknya (sebagaimana dilakukan oleh kaum teknofobia) kaum yang anti dan Benci Facebook.
Atau menerimanya secara membabi buta (sebagaimana dilakukan oleh kaum teknofilia) Cinta Buta kepada Facebook.

Yang berkumpul di kediri bukan satu,dua ulama 700 dan mereka bukan berpikir dengan otaknya tapi dengan hati dan nuraninya, kita juga harus lebih arif melihat, kenapa para ulama memutuskan Facebook Haram.

Kita yang sedang asyik dimabuk Facebook mungkin sulit berpikir dengan hati Apabila ijtihad yang mereka lakukan ternyata salah, maka mereka dimaafkan, dan hanya mendapatkan satu pahala. Kita para pengguna Facebook jangan seperti anak kecil yang mempunyai mainan baru dan diharuskan meninggalkannya langsung cemberut dan menyerang balik dengan membabi buta para ulama yang ber-ijtihad. Jika sesuatu lebih banyak mudharat dibanding manfaatnya, itu mungkin hukumnya Syubhat :

Setelah tingkatan perkara-perkara kecil yang diharamkan, maka di bawahnya adalah syubhat. Yaitu perkara yang tidak diketahui hukumnya oleh orang banyak, yang masih samar-samar kehalalan maupun keharamannya. Perkara ini sama sekali berbeda dengan perkara yang sudah sangat jelas pengharamannya.

Karena sesungguhnya manusia melakukan penyembahan terhadap Allah SWT berdasarkan hasil ijtihad mereka sendiri kalau memang mereka mempunyai keahlian untuk melakukannya. Apabila ijtihad yang mereka lakukan ternyata salah, maka mereka dimaafkan, dan hanya mendapatkan satu pahala.

Berbicara baik dan buruk, Halal dan Haram dari dampak Facebook Ibarat membahas siang-malam, langit-bumi, suka-duka, hitam-putih, utara dan selatan. Semua itu adalah paritas / pasangan yang pasti adanya, Tidak bisa kita membinasakan salah satu komponen itu sampai titik nol karena akan mengganggu keseimbangan kehidupan.

Facebook, dan kita dimabuk oleh kegairahannya yang menggebu-gebu. Kita tidak banyak membahas hal lain. Facebook merasuki kehidupan kita dari segala arah.

Kita mencintai Facebook tatkala Facebook itu berfungsi, kita membencinya tatkala Facebook itu tak jelas. Bagaikan buku panduan / readme yang tak pernah dibaca. Kita mencintai Facebook itu seperti mainan baru, namun kita membencinya tatkala mainan itu rusak.

Facebook berikrar akan membuat kehidupan kita menjadi lebih baik, lebih pintar, meningkatkan efektivitas dan kinerja serta membuat kita bahagia. Facebook berjanji akan lebih cepat, lebih murah dan lebih mudah dari semua yang pernah ada sebelumnya.

Facebook bersumpah menjadi landasan, akan menghubungkan kita dengan dunia luar namun tetap menjaga kita tetap dekat dengan para sahabat dan keluarga yang kita cintai.
Dunia alamiah kita ‘diatur’ oleh piranti lunak yang kian lama kian canggih. Kita merasa bahwa ada sesuatu yang tidak beres, namun kitapun tidak bisa menunjukkan apa sebenarnya yang salah.

"Kehampaan spiritual yang mengecewakan dan berbahaya serta mustahil keluar dari dalamnya. Kecuali kalau kita menyadari bahwa kita memang berada di dalamnya.
Kita tidak tahu siapa penemu air tapi yang pasti bukan ikan"

Terlalu dalam kita terbenam dalam Zona Mabuk Facebook sehingga bakat budi pekerti yang kita miliki ikut terpendam seperti yang pernah Tozie alami. Sukar sekali melihat dimana sesungguhnya kita berada.

Beruntunglah kita bukan ikan, ada Alim Ulama, seniman, teologiwan, sastrawan, Ilmuwan, Wiraswastawan, Cendekiawan, bahkan Polwan yang mengakui serta menyatakan dengan terang-terangan bahwa di satu pihak Facebook memang mendukung dan memperbaiki kehidupan manusia, akan tetapi mereka juga memperingatkan bahwa di pihak lain Facebook bisa mengucilkan, memencilkan mengaburkan dan menghancurkan.

Di dalam Facebook ada kebaikan dan keburukan, ada jalan ke syurga ataupun potensi menuju neraka, Di Facebook ada Selingkuh tapi juga ada Dakwah. Jangan coba-coba untuk membinasakan atau menghilangkan salah satu pihak, karena dengan mewaspadai Facebook kita dapat menguasai secara jernih relevansi Facebook yang ada sekarang dan membangun hubungan yang wajar dengannya.

Kita mulai mengantisipasi perkembangan Facebook, dan memperdebatkan terlebih dahulu kebaikan serta konsekuensi penerapannya.

Kita memang harus mencintai kemajuan, merasa gembira menjadi bagian dari kemajuan itu dan tidak takut menghadapinya,

Mencintai Facebook bermakna kita menghargainya, memaklumi kekeliruan dan keberhasilannya, mengindahkan semua sinyal peringatannya, mengakui semua kekuatannya, bersifat terbuka dan penuh perhatian mencermati, mendengarkan, menghadapi persoalan dengan jujur, bersikap filosofis menetapkan sejumlah standar, memahami masalah dan menyambut baik pendapat semua kalangan dan profesi.

Jika kita mencintai Facebook dengan penuh kesadaran dan bersikap mau menerima segala kekurangannya.

28 Komentar:

KLIK UNTUK MENAMPILKAN SEMUA KOMENTAR


fauzy said...

hmm, kalo menurut aku sih jangan berlebihan aja... ;))

Ali said...

ya betul tuh, yang penting tidak berlebihan,, dan sesuai dengan aturan tentunya.. kebetulsan saya sendiri tidak terlalu tertarik dengan FB,, jadi ya ... lempeng-lempeng sajah...

hendra said...

haram atau halal tergantung kita menyikapinya, ulama2 bikin fatwa haram facebook? hmm nah itu kadang yang bikin geli, terlalu berlebih mun ceuk sayah mah, ari korupsi gimana nasibnya?

mun ceuk sayah mah facebook haram.... kalo sambil ngemil daging babi plus minumna jack D xixixi

...tergantung kita menyikapinya bro 8-}

albri said...

mantab............!

hukum remang2 dibahas juga.

7 video gratis belajar bisnis clickbank.com said...

Haram halal haram halal. Nyoblos pemilu haram, facebook halal :D

Anonymous said...

walaaaah~
masak FB haram?

supriyadi said...

saya bingung

Digdagdug said...

Akankah suatu saat Ngeblog juga Haram,...
saya masih jarang pake FB,jadi kurang begitu kena dampak dari Haramnya FB,..

Anonymous said...

=)) dasar bangsa kita emang aneh..

haram aja semuanya...

tv, internet, radio, mall, coca cola, agama lain..

haramkan aja semuanya...
aneh...

Anonymous said...

tolong disadari, segala sesuatu yang ada diluar diri kita adalah NETRAL, kita sendiri yang membuat itu menjadi POSITIVE atau Negative. semisal pisau, pisau itu netral, jika digunakan untuk potong sayur maka ia positive, jika ada yang pakai untuk menodong/membunuh, maka ia negative. apa pisau bisa memilih ia akan digunakan positive atau negative? kita lah yang membuat pisau jadi postive atau negative.

ZiensCOMP said...

biasa aja kali

Kopi Tozie said...

Selain Spam, komentar anonymous yang misuh2 ataupun komentar tidak berkualitas penuh emosi mencerminkan ketololan para facebooker atau blogger yang 'berotak udang', 'bermental tempe' dan 'beremosi banteng' tapi nyali pengecut saya terpaksa tidak accept / hapus.

Anonymous said...

walah... kalo ga suka gausah pake simple aja... gausah mengharamkan... gausah buat orang lain jadi terhasut buat memandang sesuatu jdi jelek... ga baik... korupsi haram ga??? kok masih banyak... knapa ga beresin yang itu dulu baru urusin yang laen2... apa kata bangsa orang... liat masalah belom beres uda mau buat peraturan baru.. tegakkin dulu peraturan lama... lurusin... terapin... baru kluarin yang laen...

Leoganda said...

Haduh2... Kenapa para ulama jadi sering sok tau ya menurutku.

Ah aneh aja Haram dan Tidak haram itu ditentukan oleh manusia, celaka kalo mereka sering2 diberi kebebasan menetapkan haram ato tidak. Lama2 nge-blog dianggap haram pulak.

Emang bener ada sisi buruk dari FB, tapi menurut saya salah besar menjudge sebuah label FB adalah haram.

Biarlah mereka anggap FB haram, toh haram bagi dia belum tentu haram bagi orang lain... Hidup faceboook!! Hapus orang2 sok tau...

Anonymous said...

Menurut saya, tidak tepat jika FB dinyatakan haram hanya karena alasan-alasan tersebut. Blogging juga sama dengan Facebook. Kita bisa memposting apa saja di blog. Kita bisa menulis apa saja, memposting foto, gambar, menghina, menghujat dan memfitnah siapa pun lewat blog.

Jadi saran saya, jika ada blogger yang beranggapan FB itu haram, sebaiknya berhenti blogging dari sekarang.

apra said...

hmm.. jadi binun knapa juga mesti jadi dharamin :D
Facebook kan sama aja kek inet, sama kek henpun, kek tivi. Kalo mnurut aku sih, apapun efek yang ditimbulkan akibat qta fesbuk-an (sama halnya seperti tekhnologi lainnya), bagaimanapun, ya tergantung orangnya :)

aku sih nganggep fine" aja selama qta gak berlebihan..

Anonymous said...

Nikah siri itu haram, karena sering digunakan untuk menutupi perzinahan, Poligami juga haram, karena menginjak2 nilai kesetiaan suami kepada istri, kalo facebook, itu sih haram buat yang ulama gaptek, apa bedanya coba facebook dengan telepon atau sarana surat menyurat, selain mungkin dibuat lebih simple dari surat menyurat... dipake selingkuh? itu sih tergantung yang pakenya, Hp, telepon rumah aja bisa dipake buat selingkuh, belum ada telepon aja orang bisa menemukan berbagai cara untuk selingkuh, makannya, para ulama, pikirannya tuh yang harus dibersihkan dulu, dari dulu pikirannya ngeres melulu, keknya semua dicari2 kesalahannya, apa karena facebook itu produksi amerika mereka jadi alergi, kalo produk arab pasti mereka setuju, ga peduli seberapa besar dipake buat jadi ajang selingkuh?

Agen Pulsa Termurah Se-Indonesia said...

klo menurut aku sih mau haram atau tidak tergantung pada diri kita sendiri mau dibuaut haram bisa mau dibuat HALAL juga bisa, ya yang terpenting digunakan sewajar-wajarnya aja lah... di ambil yang positifnya aja...

Anonymous said...

Ga terlalu mentingin dan mikirin fatwa2 haram yg sekarang (yg baru dikeluarkan), yg penting haram menurut gw ya yg dikatakan nabi (notabene wahyu Allah).
Gw perokok, dan gw ga peduli rokok tuh haram/ga, apalagi FB.

Anonymous said...

PARAH....PARAH...PARAH... :-O

Anonymous said...

sya tau banyak yang bingung soal pernyataan ini.makanya dari pada bingung mending be U'r self aja.pendapat anda = keputusan anda. be possitive tinkkingggggggg

argun said...

dalam hal ini bukan lagi masalah facebook atau penyalahgunaannya, akan tetapi justru masalah kualitas sebuah fatwa yg terasa semakin rendah nilainya di mata masyarakat hanya karena begitu cerobohnya sebuah komunitas muslim/ulama dalam berfatwa :-)

Anonymous said...

Facebook haram ?, emangnya haram dan halal yang bikin itu manusia ya....kok sampe bisa bikin statement gitu sih.....
kalo kebanyakan mudharatnya mungkin iya, cuma itupun tergantung dari si pengguna facebook....karena banyak mudharat buat mereka yang stay online terus...tanpa mengenal waktu...
Bagaimana kalo ada social networking mirip facebook yang bernafaskan islami seperti www.indoface.com, asli buatan indonesia...updatenya doa dan ucapan syukkur hari ini & ada ayat al qur an dan tausiyah setiap harinya...apakah nanti akan dibilang haram juga....

the choice is yours

garmin said...

huyy all..salam kenal yaa…

Anonymous said...

simpelnya nanti di akhirat kita dikelompokin ama orang yang kita cintai n kita ikuti setiap kata n perbuatannya...;;)

Anonymous said...

Assalamu'alaikum warahmatullah.
saya prihatin dengan perkembangan dunia IT saat ini yg dengan gencarnya mengubah aktifitas Umat Muslim ke arah yang negative, meski saya lihat titik positivenya juga ada.
Namun, dalam ranah pemikiran saya, Facebook yang berasal dari kelompok yahudi, tentu saja tidak mungkin tanpa disusupi sebuah niatan atau tujuan tertentu.
Mungkin terlepas dari kebencian, saya disini ingin menyadarkan, pernahkah terpikir jika kita bersilaturrahim dan bertemu serta berjabat tangan itu lebih baik daripada sekedar update status dan comment di wall orang.
Secara gitu, saya merasa prihatin dgn banyaknya orang lalai sholat karena facebook, bahkan tahan lbih dari 1 jam utk update status facebook, kenapa waktu sholat 10 menit aja masih dikorupsi.

keprihatinan ini jg semakin menumpuk tatkala melihat orang suka menghabiskan uang untuk duduk berlama-lama di Internet update dan comment FB, sementara saudaranya diluar kerja keras membanting tulang mencari makan..

Tuh, coba beri pencerahan dimana sisi baik dari facebook. Saya rasa mayoritas habis waktunya sehari-hari utk update dan comment di facebook ketimbang berdoa, ngaji dan sholat dalam dunia nyata.

saya hanya mencurahkan isi hati dalam keprihatinan saya melihat orang-orang terdekat mengeluh dan membuka aib serta masalah sendiri lewat Facebook. Dilanjutkan dengan saling menggunjing orang lain..

Saya bertaubat, saya akan menghilangkan addict dari FB ini dan berjanji berdakwah dengan cara lain yg lebih masuk akal. Alasan aja dakwah difacebook, gk taunya riya'///

wassalamu'alaikum warahmatullah..

CMIIW
(aku hanya curahkan isi Hati)

asyamid@gmail.com

Anonymous said...

tergantung dari niat para pemakai facebook

Yusuf Supriadi said...

dari koment-koment yang ada, sepertinya lebih banyak yang berpendapat bahwa facebook tidak haram total, tergantung pemakaiannya.

Post a Comment

Silahkan Komentar Nye-Pam terpaksa saya Hapus.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...