Tahun Vivere Pericoloso (TAVIP) : Sukarno



Share


In 1927 Sukarno cofounded the Indonesian Nationalist Party (Partai Nasional Indonesia, or PNI) and became its first leader. The goal of the party was to achieve independence for Indonesia through popular struggle against the Dutch. A skilled public speaker, Sukarno quickly drew a mass following for the PNI. In 1929 the Dutch jailed him for being a threat to public order, and the PNI collapsed in his absence. Released in 1931, Sukarno resumed his political activity, but he was arrested again in 1933 and exiled, first to the island of Flores and then to Sumatra. By the time of his exile, he was Indonesia’s leading nationalist politician.
When Japan invaded and occupied Indonesia in 1942, during World War II, Sukarno returned to Jakarta and worked with the Japanese regime.

He argued later that his collaboration with the Japanese enabled him to advance the cause of Indonesian independence and protect the Indonesian people from the worst excesses of the occupation.

In 1944 a committee was established to prepare for Indonesian independence, and Sukarno was a leading member of the committee. On July 1, 1945, Sukarno delivered an important speech to the committee urging the adoption of the Panca Sila (Five Principles) as the ideological basis of the new state. The five principles were nationalism, internationalism (or humanitarianism), democracy, social justice, and belief in God.

Ada yang paham apa arti Vivere Pericoloso..?

Vivere Pericoloso, adalah sebuah ungkapan dalam bahasa Italia yang artinya kurang lebih adalah, “hidup secara berbahaya”.

Di Indonesia, ungkapan ini dipopulerkan oleh Bung Karno pada tahun 1964 sebagai judul pidato kenegaraan pada peringatan Hari Kemerdekaan RI ke-19: “Tahun Vivere Pericoloso” (disingkat TAVIP), kira-kira setahun sebelum terjadinya peristiwa G30S (Gestapu). Ungkapan ini juga dipakai oleh surat kabar “Sinar Harapan” di tahun 1970-an hingga 1980-an untuk rubrik pojok kritiknya.

Terjemahan ungkapan ini dalam bahasa Inggris dijadikan judul sebuah film produksi Australia, The Year of Living Dangerously. Film buatan tahun 1982 ini dibintangi oleh artis-artis terkenal seperti Mel Gibson, Sigourney Weaver, dan Linda Hunt. Kisahnya dilatarbelakangi keadaan di Jakarta pada tahun 1965 menjelang dan saat terjadinya peristiwa G30S-PKI.
Kutipan tiga paragraf di atas aye’ ambil bulat-bulat dari wikipedia.

9 Komentar:

KLIK UNTUK MENAMPILKAN SEMUA KOMENTAR


Aqie-Gaul said...

Cerita Tahun Vivere Pericoloso nya mana ? Judul tersebut adalah judul salah satu pidata mantan Presiden Soekarno pada Pidato Kenegaraan pada tanggal 17 Agustus tahun nya Aki lupa. Setiap tahun sambuatan beliau selalu ada judul nya ! Sok atuh diceritakan Tentang Vivere Pericoloso (sekitar awal tahun 60 an judul ini pernah di plesetin oleh remaja di Bandung kalau melakukan hal2 yang berisiko selalu di bilang : Pipere Perikoloso atuh ... !)

JoVie said...

Bagus banget nih...swear keren habiss...

papapam traffic said...

It's true heroik, man!

NAZA LUCKZANA said...

habis liat yang heroik selalu tak sempatkan liat yang bugil bugil, semuanya deh ada disini...

Indah said...

kok bisa dapet dr mana seh....?sekali2 posting...video km ngaji getu looo he..hee peace

siella said...

hi there thanks for the visit to my blog!

miss said...

hi,thanks for the visit! I hope we can exchange links!thanks. drop by again,

Rogan said...

wah pengen liat tuh rekaman asli teks proklamasi hehehhe

edisamsuri said...

Mantab................

Post a Comment

Silahkan Komentar Nye-Pam terpaksa saya Hapus.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...