Tehnik Dasar AdSense Yang (Mungkin) Anda Belum Tahu



Share

Sexy Google Images

Salah satu pertanyaan yg acap diajukan oleh rekan2 publisher dan seringkali membuat saya bingung adalah mengenai trik2 rahasia di AdSense. Bukannya ragu untuk mempublikasikan rahasia, tapi karena bagi saya tidak ada rahasia satu pun di dalam ber-AdSense. Itu sebabnya saya juga tidak percaya dengan berbagai macam tawaran trik rahasia AdSense yg tersebar di internet, termasuk yg dijual oleh beberapa orang “publisher” Indonesia.

Hampir semua tehnik yg saya implementasikan dalam ber-AdSense-ria berasal atau dikembangkan dari tehnik2 dasar AdSense yg saya yakin sudah menjadi rahasia umum. Selain sering dibahas di forum2, tehnik2 dasar tersebut juga dijabarkan sendiri oleh Google pada Optimations Tips mereka.


Format Ad Units

Secara umum, ad units yg paling menguntungkan adalah yg berbentuk kotak (rectangle), yaitu yg berformat 336×280, 300×250, dan 250×250. Hindari menggunakan format 468×60 karena hampir semua pengguna internet sudah aware bahwa itu adalah iklan.

Jika ingin memasang iklan vertikal, sebaiknya gunakan format 160×600. Yg perlu diingat, hindari memasang iklan vertikal pada situs dengan struktur layout 2 kolom. Sedang untuk layout 3 kolom, letakkan iklan tersebut pada kolom tengah, di antara content utama dengan sidebar yg berisi navigasi situs.


Penempatan Iklan

  1. Pastikan ada setidaknya satu ad units yg terpasang di bagian atas situs atau istilahnya “above the fold“. Dengan kata lain, letakkan iklan di posisi dimana pengunjung tidak perlu menggulung layar untuk melihatnya.

  2. Distribusikan ad units agar tersebar di berbagai lokasi, jangan mengumpulkannya di satu titik saja. Gunanya adalah untuk menghindari kejenuhan pengunjung dan anggapan bahwa situs kita adalah MFA.

  3. Jika content utama situs Anda sedikit (sekitar 3 paragraf atau kurang), cukup letakkan satu ad units saja di antara judul artikel dan isi artikel; atau setelah artikel. Jika content utama cukup banyak, pasang dua buah ad units dan letakkan pada 2 posisi yg disebutkan sebelumnya. Jika artikel benar2 panjang, Anda bisa menambahkan satu buah ad unit lagi di tengah2 artikel. Jika menggunakan platform Wordpress, Anda bisa memanfaatkan trik yg saya berikan beberapa waktu lalu.

  4. Anda juga bisa memasang dua buah ad units meskipun content utama hanya sedikit. Tapi pastikan bahwa posisinya tidak terlalu berdekatan. Salah satu triknya, Anda bisa meletakkan content2 lain setelah artikel utama sebelum memasang ad unit di bawahnya.

Link Units

Banyak publisher yg melupakan keberadaan link units karena dianggap tidak menarik. Padahal dari pengalaman hampir setiap publisher yg menggunakannya, link units terbukti memberikan kontribusi pendapatan yg tidak sedikit, bahkan seringkali lebih besar dibandingkan yg dihasilkan oleh ad units.

Hampir sama dengan ad units, hindari link units berukuran 468×15. Sebisa mungkin pasang link units berformat 768×15 (5 units) dan letakkan di bagian header situs Anda. Ini akan memberi kesan bahwa units tersebut adalah menu navigasi situs, bukan iklan.


AdSense For Search

Dari kebiasaan berinternet, pengunjung akan selalu mencari kotak search di pojok kanan atas situs Anda terlebih dahulu sebelum mencari di tempat lain. Jadi tanpa basa-basi, sebisa mungkin letakkan search box Anda di posisi tersebut. Setidaknya di posisi teratas pada sidebar Anda.


Blended atau Stand-Out

Blended berarti kombinasi warna yg Anda gunakan pada ad units atau link units sesuai dan menyatu dengan layout situs Anda secara keseluruhan. Sebaliknya, Stand-Out berarti penggunaan warna2 yg sengaja berkesan menyolok (atau mencolok yah) sehingga lebih menarik perhatian pengunjung.

Meskipun banyak orang menyarankan untuk menggunakan model blended, tapi dari pengalaman saya pribadi, model stand-out performanya tidak kalah dibandingkan model blended. Jadi untuk hal ini, saya serahkan kepada masing2 publisher untuk memilih mana yg paling baik.

Yg jangan sampai lupa, jika ingin menggunakan model blended, pastikan warna background dan warna border ad units yg dipilih sama dengan warna background situs Anda, sehingga terkesan benar2 menjadi bagian dari content.

Satu tips lagi, link berwarna biru relatif lebih banyak di-klik dibanding warna2 lain. Ini terkait dengan mindset pengunjung internet yg sudah terbentuk sejak dahulu bahwa biru adalah link ke situs lain di internet.

Meskipun sudah terbukti kebenarannya, aturan2 di atas tidak 100% mengikat. Layout situs Anda juga sedikit banyak mempengaruhi apa format layout yg paling tepat untuk digunakan. Banyak2lah bereksperimen dengan masing2 format, baik bentuknya maupun lokasinya, untuk mengetahui mana yg paling cocok untuk situs Anda.

Semoga bermanfaat :)


PS:

(1) Gambar diambil dari http://blogaboutmoneyonline.blogspot.com/2007/02/how-to-maximize-revenue-with-adsense.html



Artikel ini ditulis oleh Cosa Aranda dan pertama kali dipublikasikan pada tanggal 26 February 2007. Artikel bebas untuk didistribusikan ulang untuk keperluan non-komersil selama mencantumkan nama penulis dan sumber artikel serta tidak merubah isi. Dan apabila Anda tertarik untuk memiliki theme-theme Wordpress yang menawan, silahkan cek produk terbaru saya, Art of Stealing Wordpress Themes, rilis 1 Juli 2008 mendatang!

0 Komentar:

KLIK UNTUK MENAMPILKAN SEMUA KOMENTAR


Post a Comment

Silahkan Komentar Nye-Pam terpaksa saya Hapus.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...