Poliandri Gugat !



Share
Lalu menurutmu, siapa Drupadi?
Nggg...Drupadi...istri yang setia. Ia mengikuti Pandawa menjalani hukuman kalah judi dibuang ke hutan berpuluh-puluh tahun lamanya tanpa berkeluh kesah. Ia bahkan bersumpah tidak akan menyanggul rambutnya sebelum keramas darah Duryudana.

Oooo, begitu menurutmu...Drupadi begitu putih. Menurutmu, kalau dia begitu setia dan putih...kenapa dia tidak bisa mencapai nirwana?
Menurutmu, apakah Drupadi tidak bisa mencapai nirwana karena ia berselingkuh dan tidur dengan lima pandawa (Poliandri) ? Yudistira, Bima, Arjuna, Nakula, dan Sadewa sekaligus? Karena ia kotor? Karena ia hitam?

Atau, menurutmu, apakah Drupadi tidak bisa mencapai nirwana karena ternyata ia berselingkuh batin dengan lebih mencintai Arjuna daripada Yudistira, suaminya?
Melakukan hubungan badan dengan Yudistira dan membayangkan Arjuna ?

Sumber : Cerpen Perempuan Abu-abu di Buku Kumpulan Cerpen Laki-laki



Kurasa tak seorangpun tahu persis jenis kelamin Tuhan Karena memang Tuhan bukan Laki-laki ataupun Wanita Yang kita tahu adalah.. Mayoritas 'penerjemah' kebijakan Tuhan adalah Laki-laki yang bersudut pandang laki-laki Atau perempuan yang seolah-olah berjiwa laki-laki Kalau baca ayat yang berhubungan dengan Poligami, Kewajiban Istri dan ayat lainnya yang seakan-akan berat sebelah ?

Kadang aku berpikir Adilkah
jika ada selaput dara tapi tidak ada selaput penis. Apakah hanya perempuan yang harus menjaga kesuciannya sampai menikah tidak bagi laki-laki. Tapi ... kalau memang Tuhan itu laki-laki, kenapa surga ada di telapak kaki ibu?

Kalau ada buah busuk mereka beramai-ramai sibuk mengutuknya, membuangnya dan menghina buah itu, tanpa sedikitpun ingat kepada pohonnya, apalagi akarnya, terlebih lagi tanahnya - jangankan lagi pencipta tanah itu.


Refleksi akal dan hati sebagian Lelaki Ibumu ... Ibumu ... Ibumu ... Baru ayahmu ... tiga kali Ibu disebut dan hanya satu kali Ayah disebutkan dalam salah satu hadist yang menerangkan bakti seorang anak kepada orang tuanya ???

Apakah ini berarti Tuhan tidak Adil ??
Surga di bawah telapak kaki Ibu ... Oups bagaimana ini ketidak setaraan lagikah ? Kalau seorang istri berbuat salah, suami ikut mempertangungjawabkannya di akhirat kelak jika dia tidak memberi peringatan atau ajakan pada pasangannya.
Tapi seorang Istri tidak akan kebagian jatah dosa dari suami yang bejat akhlaknya.
Hmmm ... lagi-lagi mungkinkah keberpihakan Tuhan kepada salah satu jenis kelamin ???

Refleksi akal dan hati sebagian Wanita !


Kenapa dalam pembagian waris kami para wanita hanya mendapatkan separuh dari bagian para lelaki ?
Kenapa pria boleh mempunyai istri lebih dari satu bahkan dibatasi sampai empat ? Penindasan, keberpihakan, ketidak-adilan dan ketidak setaraan ?
Bertentangan dengan Emansipasi ? Pelanggaran HAM ?
yang dihasilkan oleh 'ketetapan wahyu' atau Keputusan Tuhan ???

Penduduk negeriku malas belajar sejarah, ogah berpikir, tidak merasa penting untuk mempelajari suatu persoalan melalui pertimbangan pemikiran yang seksama. Nyawa hilang saja tak penting-penting amat di negara kita !!

Apalagi Poligami ... Poligami tidak cukup merupakan tema yang kuat untuk benar-benar dipelajari untuk makan sehari-hari saja tidak terjamin.
Poligami juga apapun segala macam gejala perilaku manusia, sampai peperangan, korupsi besar-besaran cukup dijadikan bahan rerasanan saja. dinikmati sebagai bahan pergunjingan.

Pokoknya tokoh yang ini mengatakan 'saya berpoligami karena menjalankan syariat islam' tokoh yang itu yang bersebrangan ideologinya menyatakan ''jangan berlindung di balik jubah sunnah dan agama !' yang satu omong 'berpoligami lebih bagus daripada selingkuh dan melacur
Lainnya bilang 'poligami itu melanggar Hak Azasi kaum perempuan, penindasan terhadap kaum hawa'.

Di sebelah sana diungkapkan
'hak azasi wanita memberinya hak untuk menjadi pelacur, menjadi istri kedua, ketiga, keempat, kesekian bahkan istri simpanan. Si seberangnya terdengar 'kalau lelaki punya hak berpoligami, wanita juga punya hak untuk berpoliandri'

Dari detik ke detik, jam ke jam, hari ke hari, tahun ke tahun dan era ke era diulang-ulang.
Tidak ada view sejarah, wacana sesekali disebut tapi hanya pada kulitnya saja atau salah satu sisi yang menguntungkan pengutipnya.

Bersamaan dengan itu ada ribuan masalah lain di negeriku, yang kecil-kecil maupun yang besar-besar. Yang terus menerus terjadi dan terus menerus tidak dicari penyelesaiannya dengan tuntas dan mendasar.


Orang di negeriku memperdebatkan masalah-masalah mendasar peradaban dengan takaran yang sama dengan mempertimbangkan akan pergi ke warung soto atau nasi uduk ... ? atau bahkan sebanding dengan pertimbangan ....

Memilih Underwear G String yang seksi dan transparan atau Bahan kain Catton yang nyaman untuk ketemu Calon Mertua ?


0 Komentar:

KLIK UNTUK MENAMPILKAN SEMUA KOMENTAR


Post a Comment

Silahkan Komentar Nye-Pam terpaksa saya Hapus.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...