Bisakah 'Buaya' menjadi 'Kerbau Penurut' ???



Share

Menanggapi kalimat 'luar biasa' ini...
Tozie kutip sebagian komentar di blog 'teman' Tozie
ini :
''Inget seekor buaya tetaplah buaya,
dia tak kan berubah menjadi kerbau yang menurut''

Mungkin kita pernah menjadi bagian dari masalah ....
tapi salahkah kalau kita berusaha berhenti ?
berusaha untuk insyaf dan memilih ?
Tak sedikitpun bermimpi untuk jadi solusi.

Banyak orang siap 'berpesta' ...
tapi tidak siap membereskan kekacauannya !
Tozie mungkin pernah 'berpesta' dan tidak akan mundur untuk membereskan kekacauannya !
Tengkyu ide postingan buat hari ini ...

Siapakah selain setan, iblis dan dajjal ?!
Yang menolak husnul khotimah manusia Yang meblokade pintu sorga yang menyorong mereka mendekat ke pintu neraka !!!

Sesudah ditindas kita menyiapkan diri untuk menindas !
Sesudah diperbudak kita siaga untuk ganti memperbudak !

Sesudah dihancurkan kita susun barisan untuk menghancurkan!

Yang kita bangkitkan bukan pembaharuan kebersamaan

Melainkan asyiknya perpecahan !
Yang kita bangun bukan nikmatnya kemesraan Tapi menggelegaknya kecurigaan !
Yang kita rintis bukan cinta dan ketulusan
Melainkan prasangka dan fitnah !
Yang kita perbaharui bukan penyembuhan luka
Melainkan rencana2 panjang untuk menyelenggarakan perang saudara !

Yang kita kembang suburkan adalah kebiasaan memakan bangkai saudara2 kita sendiri ...

Kita tidak memperluas cakrawala dengan menabur cinta
Melainkan mempersempit dunia kita sendiri dengan lubang-lubang kebencian dan iri hati

Kaki kita sudah berlari kesana kemari
...
Namun akal pikiran kita belum... hati nurani kita belum ... !
Kita masih merupakan anak-anak dari orde yang kita kutuk di mulut !
Namun ajaran2nya kita biarkan hidup subur di dalam aliran darah dan jiwa kita

Kita mengutuk perampok dengan cara mengincarnya untuk kita rampok balik !
Kita Mencerca maling dengan penuh kebencian Kenapa bukan kita yang maling !

Kita mencaci penguasa lalim dengan berjuang keras untuk bisa menggantikannya !

Kita membenci para pembuat dosa besar dengan cara setan
Yakni melarangnya untuk menyesal dan bertobat !

Kita memperjuangkan gerakan anti penggusuran dengan cara menggusur !

Kita menolak pemusnahan dengan merancang pemusnahan-pemusnahan

Kita menghujat para penindas dengan riang gembira ! Sebagai mana Iblis yakni kita halangi usahanya Untuk memperbaiki diri ....

source : EAN

0 Komentar:

KLIK UNTUK MENAMPILKAN SEMUA KOMENTAR


Post a Comment

Silahkan Komentar Nye-Pam terpaksa saya Hapus.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...