Newbie dan Master. Kedua kata ini mungkin sudah sering terlintas, baik di blog maupun di forum. Entah siapa yang pertama mempopulerkannya, gak penting deh kayaknya, hehehe. Yang jelas, kata Newbie biasanya digunakan untuk menunjukkan bahwa seseorang tersebut masih cupu alias masih baru di bidangnya. Belum tahu apa-apa istilah kasarnya. Sebaliknya, kata Master atau Suhu atau Pakar seringkali digunakan bagi seseorang yang dianggap jago dan menguasai bidangnya. Pakar lendir dan pakar seo misalnya :)
Saya sendiri agak risih jika melihat ada orang yang sering mengaku kalau ia seorang newbie. Jika konteksnya becanda mungkin tidak masalah, tapi seringkali, “keyakinan” bahwa dirinya adalah seorang newbie dapat menyebabkan alam bawah sadarnya terpengaruh. Akibatnya, individu tersebut menjadi tidak berkembang karena selalu merasa dirinya tidak bisa apa-apa.
Ibaratnya orang yang akan menyeberang jalan, baru menapakkan satu kaki ke luar dari trotoar, ia sudah mundur kembali. Takut tertabrak. Padahal mungkin tidak ada kendaraan sama sekali yang sedang lalu-lalang.
Memang ada orang yang seperti itu? Jangan salah, jumlahnya tidak sedikit loh. Jauh lebih banyak dari jumlah total jari kaki dan tangan semua pembaca blog ini, hehehe.
Bagaimana dengan yang selalu merasa dirinya master? Wah ini jelas lebih parah lagi. Dengan menganggap bahwa diri kita sudah mencapai tahap master atau menguasai segala sesuatunya di bidang yang bersangkutan, maka secara tidak sadar diri kita akan menolak segala hal yang baru yang berkaitan dengan bidang tersebut. Akibatnya hampir sama dengan yang selalu menganggap dirinya newbie, kemampuannya menjadi stagnan alias jalan di tempat.
Hubungan antar manusia seringkali juga terganggu karena orang yang menganggap dirinya master tidak jarang menganggap remeh orang-orang di sekitarnya. Yang ia tahu, dirinyalah yang paling jago. Paling pintar. Paling tahu. ( kayak lagu jadul nya Sherina )
Dan anehnya, orang-orang bersifat seperti itu yang saya kenal, semuanya adalah orang-orang yang mempelajari suatu ilmu secara otodidak. Hmmmm. Mungkin ada teman-teman yang bisa menjelaskannya dari sisi psikologis?
Saya sendiri lebih suka berpedoman “Learn like a newbie, Work like a master“.
Singkatnya, dalam belajar, saya masih menganggap diri saya perlu untuk banyak mengais ilmu (dari siapa saja dan kapan saja serta dimana saja). Namun sebisa mungkin, apa yang telah saya pelajari tersebut saya praktekkan sekuat tenaga dan apabila mungkin, saya kembangkan lebih jauh lagi.
Keren yah? :) Tapi sayang, kadang masih ada yang namanya malas, hehehe. Jadinya, baik proses belajar maupun proses praktek seringkali tidak berlangsung secara maksimal. Doakan semoga saya gak malas lagi yah :P
Pada intinya sih, mau jadi newbie atau master gak masalah. Selama itu tidak merugikan diri sendiri maupun orang lain di sekitar kita.
Anda pilih yang mana? :)





4 Komentar:
Hmmm....enaknya pilih yang mana ya?
Pilih durian montong aja aaaah...enak, manis, legit, tebel.... *golok di bawa joko sembung, ini komen nggak nyambung*
takut pada bayangan sendiri, itu namanya ya?
keren..soalnya ntr disangka menyombongkan diri x om cmiaw :D
terimakasih....jadi tambahan inspirasi neh...
ditunggu kunjungannya..
Post a Comment
Silahkan Komentar Nye-Pam terpaksa saya Hapus.